Hesti.id – 01 Juli 2026 | JAKARTA — Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang luar biasa bagi banyak keluarga di Indonesia. Salah satu kisah yang mencolok datang dari Ibu Yati (46) yang tinggal di Depok, Jawa Barat. Berawal dari lapak buah di depan rumah perjuangan seorang ibu menyelamatkan ekonomi keluarga, Yati menunjukkan betapa semangat dan ketekunan dapat mengubah keadaan sulit menjadi peluang.
Di tengah masa sulit akibat pandemi, suami Yati mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tahun 2020. Kehilangan sumber penghasilan membuat Yati harus berpikir keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Dengan dukungan dari keluarga dan tekad yang kuat, ia memulai usaha kecil yang kini menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya.
Awalnya, Yati mencoba untuk membuat dan menjual makaroni goreng. Sayangnya, hasil penjualannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ia pun terus mencari cara lain untuk mendapatkan penghasilan. Titik balik datang ketika sang nenek memberikan sedikit modal untuk menjual buah pepaya dan pisang di depan rumahnya yang strategis untuk dilewati orang banyak.
Baca juga:
“Saat itu yang terpenting bagi saya adalah bagaimana keluarga tetap bisa makan dan kebutuhan anak-anak terpenuhi,” ungkap Yati saat diwawancarai. Ia pun memanfaatkan posisi lapak yang menguntungkan, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya sewa kios.
Seiring berjalannya waktu, usaha Yati mulai berkembang pesat. Selain pepaya dan pisang, ia menambah variasi dagangannya dengan buah nanas dan semangka setelah menjalin kerja sama dengan pemasok. Tak hanya itu, ia juga menerima titipan produk dari pelaku usaha kecil lain seperti keripik pisang, keripik singkong, dan rengginang untuk dijual di lapaknya. Dengan bertambahnya variasi produk, jumlah pembeli pun terus meningkat dari hari ke hari.
Pendapatan yang awalnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari kini perlahan meningkat dan memberikan perubahan yang signifikan bagi kondisi ekonomi keluarganya. Dengan hasil dari usahanya, Yati dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dan bahkan membiayai pendidikan anak sulungnya hingga meraih gelar sarjana.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan orang tua, kerabat, dan kerja keras semua anggota keluarga yang saling membantu. Tidak lama setelah usaha Yati mulai memberikan hasil, suaminya juga kembali mendapatkan pekerjaan, yang membuat kondisi keuangan keluarga semakin stabil.
Kisah perjuangan Ibu Yati ini adalah bukti nyata bahwa semangat untuk bangkit di tengah keterbatasan dapat membuka jalan menuju harapan baru. Pandemi memang membawa banyak tantangan, tetapi di balik itu, ada banyak cerita tentang ketangguhan dan kreativitas masyarakat dalam mencari nafkah. Usaha kecil yang berawal dari lapak buah di depan rumah menunjukkan bahwa kesempatan bisa hadir dari hal-hal sederhana jika dijalankan dengan ketekunan dan konsistensi.
Pengalaman keluarga Yati diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan ekonomi. Dengan dukungan keluarga, kerja keras, dan keinginan untuk terus berusaha, keadaan yang awalnya tampak mustahil perlahan-lahan dapat berubah menjadi harapan baru bagi banyak orang.











