1 Juli 2026

Veda Ega Pratama: Dari Harapan Menjadi Kekecewaan di Moto3 Belanda

Penulis

Mariabella La Fierza

Veda Ega Pratama: Dari Harapan Menjadi Kekecewaan di Moto3 Belanda
Veda Ega Pratama: Dari Harapan Menjadi Kekecewaan di Moto3 Belanda

Hesti.id – 01 Juli 2026 | Veda merasa bersalah setelah Moto3 Belanda, balapan hebat berubah jadi bencana dalam sekejap. Pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, mengalami momen yang mencengangkan saat balapan di Sirkuit Assen, Belanda pada tanggal 28 Juni 2026. Setelah menunjukkan performa yang menjanjikan, Veda terpaksa mengakhiri balapan lebih awal akibat kecelakaan yang terjadi pada lap ketujuh.

Pada awal balapan, Veda memulai dari posisi ketujuh dan langsung melesat ke barisan depan. Dia bahkan sempat memimpin balapan di lap keempat, menyalip rival-rival kuat seperti David Almansa dan Maximo Quiles. Namun, momen tersebut tidak berlangsung lama, dan saat memasuki lap kelima, Veda mulai mengalami kesulitan untuk mempertahankan posisinya.

Kondisi yang tampak baik bagi Veda tiba-tiba berubah ketika dia terlibat dalam duel sengit dengan beberapa pembalap lain di tikungan keempat. Veda terjatuh dan meskipun berusaha untuk melanjutkan, dia akhirnya memutuskan untuk masuk ke pit dan mengakhiri perlombaan. “Hari ini balapan menjadi bencana karena saya tidak bisa finis, jadi saya sangat kecewa,” ujarnya setelah balapan.

Veda merasa ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari insiden tersebut. Meskipun kecewa, dia mengakui bahwa performanya sebelum kecelakaan sangat baik. “Saya mampu bertarung dengan para pemimpin balapan dan menunjukkan potensi saya,” tambahnya. Dia bertekad untuk bangkit di seri berikutnya di Moto3 Jerman, berharap bisa meraih hasil yang lebih baik.

Kecelakaan yang dialami Veda Ega Pratama menjadi pelajaran penting bagi tim Honda Team Asia. Kedua pebalap mereka, termasuk Zen Mitani, gagal menyentuh garis finis di Sirkuit Assen. Meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, tim meyakini bahwa kedua pebalap memiliki ritme berkendara yang solid dan dapat bersaing di level tinggi. Veda, yang baru berusia 17 tahun, menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan untuk bersaing di antara pembalap-pembalap terbaik di kelas Moto3.

Dengan semangat yang tinggi, Veda bertekad untuk belajar dari pengalaman pahit ini. “Saya tahu kami punya kecepatan dan kepercayaan diri untuk bangkit,” ujarnya optimis. Banyak penggemar di Tanah Air menanti penampilan selanjutnya dari Veda di Moto3 Jerman, berharap dia dapat kembali ke jalur kemenangan dan melanjutkan perjuangannya menuju podium.

Related Post

Tinggalkan komentar