Hesti.id – 08 Juli 2026 | Pertandingan antara Argentina vs Egypt di Piala Dunia menjadi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah sepak bola. Setelah tertinggal 0-2 selama 78 menit, Argentina berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak 3 gol dalam waktu hanya 13 menit, membawa mereka melaju ke perempat final.
Argentina memulai pertandingan dengan penampilan yang kurang meyakinkan, dan Mesir berhasil memanfaatkan peluang mereka. Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko masing-masing mencetak gol, membuat Argentina terjebak dalam tekanan dan tampak akan tersingkir dari kompetisi. Namun, Lionel Messi, yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa, tidak membiarkan timnya menyerah. Di titik terendah, Messi menunjukkan kepemimpinannya dengan mencetak gol penyama kedudukan.
Setelah Cristian Romero mencetak gol pertama untuk Argentina di menit ke-79, Messi dengan brilian menyamakan kedudukan di menit ke-83. Gol tersebut adalah yang ke-21 bagi Messi di Piala Dunia, dan merupakan momen emosional yang membuatnya meneteskan air mata setelah peluit akhir.
Baca juga:
Enzo Fernandez kemudian menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan di menit pertama waktu tambahan. Kemenangan ini bukan hanya memberikan Argentina tiket ke perempat final, tetapi juga menunjukkan semangat juang yang tinggi dari tim yang dipimpin Messi. Banyak penggemar menyatakan kekaguman mereka terhadap kemampuan Messi, terutama bagaimana ia mencetak gol kedua dengan teknik yang luar biasa.
Tanggapan dari para penggemar di media sosial pun beragam, mulai dari pujian untuk Messi hingga kritik terhadap keputusan wasit. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengungkapkan kekecewaannya setelah pertandingan, menuduh FIFA dan wasit berpihak pada Argentina. Ia berpendapat bahwa Mesir tidak mendapatkan perlakuan yang adil dan mengklaim bahwa pertandingan tersebut dipengaruhi oleh faktor luar.
“Kami lebih baik dari juara bertahan dalam semua aspek permainan,” kata Hassan. Dia juga menyoroti beberapa keputusan kontroversial yang menurutnya merugikan timnya, termasuk tidak diberikannya penalti setelah pelanggaran terhadap Mo Salah.
Walaupun Argentina vs Egypt berakhir dengan kemenangan bagi Argentina, kontroversi seputar keputusan wasit menciptakan suasana ketegangan yang lebih dalam. Ulasan dari para pengamat sepak bola menunjukkan bahwa meski Argentina menunjukkan performa luar biasa, ada tantangan besar yang harus dihadapi terkait keadilan dalam sepak bola internasional.
Dengan kemenangan ini, Argentina selanjutnya akan menghadapi Swiss atau Kolombia di perempat final, dan semua mata akan tertuju pada Messi untuk melihat apakah ia akan terus memimpin timnya menuju kejayaan.











