2 Juli 2026

Iran Tolak Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz, Ingatkan Prancis

Penulis

Pande Tóng

Iran Tolak Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz, Ingatkan Prancis
Iran Tolak Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz, Ingatkan Prancis

Hesti.id – 02 Juli 2026 | Iran tolak pembersihan ranjau di Selat Hormuz, peringatkan Prancis agar tak lakukan provokasi. Dalam sebuah pernyataan tegas, pemerintah Iran menolak proposal yang didukung oleh Prancis untuk melakukan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menekankan bahwa operasi tersebut akan sepenuhnya ditangani oleh Iran sesuai dengan ketentuan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani dengan Amerika Serikat.

Gharibabadi memperingatkan bahwa keterlibatan asing, termasuk dari Prancis, tidak akan diizinkan dan hanya akan memperumit situasi yang sudah sensitif di kawasan tersebut. “Kami sangat menyarankan Prancis untuk tidak memperumit situasi dengan provokasinya,” ujarnya di media sosial. Penolakan ini muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana untuk bekerja sama dengan Oman dalam menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Menurut laporan, Selat Hormuz saat ini masih dipenuhi dengan ratusan ranjau yang ditanam selama konflik yang berkepanjangan. Kementerian Pertahanan Italia memperkirakan bahwa pembersihan ranjau tersebut akan memakan waktu setidaknya dua bulan. Kapal-kapal penyapu ranjau Italia saat ini berada di Djibouti, namun jarak lokasi tersebut cukup jauh dari Selat Hormuz.

Iran menegaskan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengatur dan memastikan jalur aman bagi kapal dagang di Selat Hormuz, tanpa biaya, dalam waktu 60 hari ke depan. Gharibabadi menyatakan, “Iran lebih memahami tanggung jawabnya daripada pihak lain mana pun dan memiliki kemampuan untuk memenuhinya, tanpa perlu campur tangan pihak luar.”

Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, merupakan titik kritis bagi distribusi pasokan minyak global. Ketegangan di kawasan ini meningkat sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada Februari 2026. Dalam konteks ini, setiap inisiatif keamanan dari negara luar dipandang sensitif oleh Teheran, yang berpotensi memperburuk situasi yang sudah ada.

Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa pengaturan navigasi dan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah koordinasi Iran sebagai negara pantai. Gharibabadi menegaskan bahwa kondisi saat ini di jalur perairan strategis tersebut masih “sensitif dan kompleks” dan bahwa Iran akan terus berupaya menjaga stabilitas di wilayah tersebut.

Dengan penolakan ini, Iran menunjukkan sikap tegasnya terhadap pengaruh asing di kawasan yang dianggap vital bagi keamanan dan ekonomi nasional mereka. Ketegangan di Selat Hormuz dipastikan akan terus menjadi sorotan global, terutama mengingat pentingnya jalur ini bagi perdagangan energi dunia.

Related Post

Tinggalkan komentar