28/06/2026

Dolar AS Melemah: Rekomendasi Forex 26 Juni 2026 di Tengah Data PCE

Penulis

Nakasaputra Jeramy

Hesti.id – 26 Juni 2026 | Indeks dolar AS mencatatkan penurunan pada hari Kamis, 26 Juni 2026, dipicu oleh adanya kenaikan pasar saham yang berdampak pada berkurangnya permintaan likuiditas untuk mata uang ini. Rekomendasi Forex Dolar AS 26 Juni 2026 terbebani data PCE, yang menunjukkan bahwa baik PCE Price Index maupun Core PCE Price Index mengalami kenaikan sesuai dengan ekspektasi. Data inflasi yang moderat ini berpotensi mencegah Federal Reserve (The Fed) untuk memperketat kebijakan moneternya, yang menjadi sinyal negatif bagi kekuatan dolar AS.

Indeks harga PCE inti AS pada bulan Mei, yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed, tercatat naik sebesar +3,4% year-on-year, sesuai dengan ekspektasi dan merupakan laju kenaikan tercepat dalam 2,5 tahun terakhir. Meskipun demikian, kerugian pada dolar AS dapat diminimalisir berkat data ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda penguatan.

Data terbaru menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama direvisi naik menjadi +2,1%, lebih baik dari ekspektasi sebelumnya yang tidak mengalami perubahan di angka +1,6%. Sementara itu, klaim pengangguran awal mingguan di AS juga menunjukkan angka yang lebih rendah, turun -12.000 menjadi 215.000, yang mencerminkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat daripada perkiraan sebelumnya, yaitu 225.000.

Pengeluaran pribadi AS pada bulan Mei juga mengalami kenaikan yang signifikan dengan pertumbuhan sebesar +0,7% month-on-month, mengungguli prediksi yang hanya sebesar +0,6%. Pendapatan pribadi untuk bulan yang sama juga menunjukkan kenaikan yang sama, yang merupakan pertumbuhan terbesar dalam sepuluh bulan terakhir. Selain itu, pesanan baru barang modal (non-pertahanan, kecuali pesawat dan suku cadang) untuk bulan Mei naik +1,6% month-on-month, melebihi ekspektasi yang hanya sebesar +0,6%.

Di sisi lain, pasar swap memperkirakan adanya kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) selanjutnya yang akan berlangsung pada tanggal 28-29 Juli, dengan probabilitas mencapai 32%. Malam ini, data mengenai Michigan Consumer Sentiment Final untuk bulan Juni juga akan dirilis dan diharapkan menunjukkan peningkatan.

Tidak hanya itu, pernyataan dari pejabat The Fed, termasuk Williams dan Kashkari, juga akan menarik perhatian pasar. Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun sejalan dengan data PCE yang sesuai ekspektasi. Selain itu, kesepakatan antara AS dan Iran yang membuka jalur Selat Hormuz juga diharapkan dapat meredakan ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah.

Namun, jika data Michigan Consumer Sentiment Final malam ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dan pernyataan pejabat The Fed cenderung hawkish terhadap kebijakan suku bunga, maka hal ini berpotensi menguatkan dolar AS. Dalam proyeksi, indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support di level 101,29 hingga 101,08, dan jika mengalami kenaikan, akan berada dalam kisaran Resistance di level 101,73 hingga 101,96.

Related Post

Tinggalkan komentar