18/06/2026

Direktur Eksekutif P3S Wacana Jokowi Membajak Kader PDIP ke PSI Dinilai Langkah Fatal dan Pengkhianatan

Direktur Eksekutif P3S Wacana Jokowi Membajak Kader PDIP ke PSI Dinilai Langkah Fatal dan Pengkhianatan
Direktur Eksekutif P3S Wacana Jokowi Membajak Kader PDIP ke PSI Dinilai Langkah Fatal dan Pengkhianatan

Hesti.id – 17 Juni 2026 | Direktur Eksekutif P3S Wacana Jokowi Membajak Kader PDIP ke PSI Dinilai Langkah Fatal dan Pengkhianatan menjadi topik hangat dalam dinamika politik nasional. Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dilaporkan berencana menarik kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Wacana ini langsung menuai kritik tajam dari berbagai pengamat politik, yang menilai langkah tersebut tidak hanya naif, tetapi juga melukai etika berpolitik.

Direktur Eksekutif Political Public and Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menyatakan bahwa gagasan pembajakan kader dari partai banteng ke partai besutan PSI tersebut adalah sebuah manuver yang sangat sulit terealisasi secara politik. Menurutnya, ada kalkulasi keliru di balik wacana yang beredar tersebut. Jerry menyoroti karakteristik unik dari PDI Perjuangan, yang memiliki struktur militansi dan soliditas kader yang telah mengakar kuat sejak era Megawati Soekarnoputri memimpin.

Militansi pemilih dan kader PDIP sulit digoyahkan. Mereka memiliki ikatan batin dan sejarah perjuangan yang panjang dengan partai. Kondisi ini berbanding terbalik dengan realitas yang dihadapi PSI saat ini. Jerry mengingatkan bahwa PSI hingga kini masih belum memiliki basis pemilih tetap (captive voter) yang kuat dan mengakar di tingkat grassroots. Upaya untuk mengambil jalan pintas dengan merekrut kader partai lain, alih-alih membangun basis dari bawah, dinilai sebagai strategi yang keliru.

Lebih jauh, Jerry menyoroti posisi Joko Widodo yang saat ini secara resmi sudah tidak memiliki afiliasi dengan PDI Perjuangan pasca-statusnya yang dipecat dari keanggotaan partai. Perjalanan politik Jokowi, yang melambung dari kursi Wali Kota Solo hingga PRESIDEN RI, tidak bisa dilepaskan dari peran sentral PDI Perjuangan dan Ketuanya, Megawati Soekarnoputri. Oleh karena itu, langkah-langkah politik yang kerap berseberangan dan secara terbuka memusuhi partai yang membesarkan namanya dinilai berpotensi menjadi bumerang yang merugikan.

Direktur Eksekutif P3S Wacana Jokowi Membajak Kader PDIP ke PSI Dinilai Langkah Fatal dan Pengkhianatan karena soliditas dan militansi kader PDI Perjuangan tidak akan mudah goyah. Alih-alih memperkuat PSI, manuver tersebut justru berpotensi menjadi bumerang di tengah posisi partai yang masih berjuang menembus ambang batas parlemen. Direktur Eksekutif P3S Wacana Jokowi Membajak Kader PDIP ke PSI Dinilai Langkah Fatal dan Pengkhianatan juga menunjukkan bahwa Jokowi secara vulgar melakukan perang politik dengan PDIP, yang merupakan kesalahan fatal.

Dalam kacamata data elektoral, upaya pembajakan kader ini juga tidak akan menyelesaikan masalah eksistensial PSI. Jerry merujuk pada survei terbaru yang menunjukkan bahwa elektabilitas PSI masih berada di angka 1,2 persen. Angka ini masih sangat jauh dari ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang ditetapkan sebesar 4 persen. Membajak kader PDIP tidak akan secara otomatis memindahkan basis massa mereka ke PSI.

Menutup analisisnya, Jerry memberikan saran agar Joko Widodo, yang kini berstatus sebagai warga negara biasa dan tokoh di luar PDI Perjuangan, untuk lebih fokus pada penguatan internal PSI. Alih-alih menciptakan konflik horizontal dengan partai lamanya, Jokowi dinilai harus menunjukkan kedewasaan politik. Ia sudah bukan lagi bagian dari PDIP setelah dipecat. Sebaiknya Jokowi lebih fokus membangun PSI dengan mengedepankan politik etis dan gagasan yang cerdas.

Direktur Eksekutif P3S Wacana Jokowi Membajak Kader PDIP ke PSI Dinilai Langkah Fatal dan Pengkhianatan karena upaya meracuni atau membajak kader PDI Perjuangan bukan hanya akan dianggap sebagai langkah politik yang tidak rasional, melainkan juga sebuah bentuk pengkhianatan terhadap partai yang telah menjadi kendaraan utama yang membesarkan nama Joko Widodo di panggung politik nasional. Oleh karena itu, Jokowi harus berhati-hati dalam mengambil langkah politiknya dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan partai yang telah membesarkannya.

Kesimpulan dari analisis Jerry Massie adalah bahwa Direktur Eksekutif P3S Wacana Jokowi Membajak Kader PDIP ke PSI Dinilai Langkah Fatal dan Pengkhianatan. Jokowi harus lebih fokus pada penguatan internal PSI dan meninggalkan konflik horizontal dengan partai lamanya. Dengan demikian, Jokowi dapat menunjukkan kedewasaan politik dan membangun PSI dengan mengedepankan politik etis dan gagasan yang cerdas.

Related Post

Tinggalkan komentar