8 Juli 2026

Chris Espinosa: Karyawan Sejak Awal Berdirinya Apple

Penulis

Hehet Hehet Hehet

Chris Espinosa: Karyawan Sejak Awal Berdirinya Apple
Chris Espinosa: Karyawan Sejak Awal Berdirinya Apple

Hesti.id – 07 Juli 2026 | Di balik kesuksesan Apple, ada sosok yang telah menyaksikan setiap langkah perjalanan perusahaan sejak didirikan pada 1976. Ini sosok satu-satunya karyawan yang bertahan sejak Apple berdiri, Chris Espinosa, yang bergabung saat usianya baru 14 tahun. Ketika itu, Apple adalah startup kecil yang merakit komputer di garasi Steve Jobs di California.

Espinosa memulai karirnya di Apple secara tidak terduga. Dalam kunjungannya ke Byte Shop, sebuah toko komputer, ia bertemu dengan Steve Jobs yang sedang merakit komputer Apple I. Melihat ketertarikan Espinosa terhadap dunia komputer, Jobs mengajaknya bergabung untuk menulis program menggunakan bahasa pemrograman BASIC, yang nantinya digunakan untuk komputer Apple II.

Ia juga kemudian berkenalan dengan Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple lainnya, melalui komunitas pecinta komputer Homebrew Computer Club. Meski para guru menyarankan untuk berhati-hati, Espinosa tetap memilih bergabung dengan Apple yang saat itu masih dalam tahap awal.

Setelah resmi bergabung, Espinosa menjadi karyawan nomor 8 di Apple. Ia bekerja dari garasi rumah Steve Jobs di Los Altos, California, membantu mengembangkan perangkat lunak dan menguji sistem operasi Apple II. Tak lama setelah itu, pada tahun 1978, Espinosa melanjutkan pendidikan di University of California, Berkeley, tetapi tetap bekerja paruh waktu di Apple.

Salah satu tugas awalnya adalah menulis ulang panduan penggunaan Apple II, yang kemudian diterbitkan sebagai buku manual setebal 220 halaman dan menjadi referensi utama bagi pengguna di awal 1980-an.

Selama 50 tahun karirnya di Apple, Espinosa menyaksikan perusahaan melewati berbagai fase penting, termasuk masa-masa sulit ketika perusahaan hampir bangkrut pada tahun 1990-an. Di tengah PHK massal, ia menerima kabar bahwa ia tetap dipertahankan bukan karena performanya, tetapi karena biaya pesangon yang lebih tinggi jika perusahaan memutuskan untuk memecatnya.

Espinosa mengungkapkan filosofi yang membuatnya bertahan di Apple, yaitu, “Saya ada di sini saat kami menyalakan lampu. Saya sekalian saja bertahan sampai kami mematikan lampunya.” Prinsip ini menggarisbawahi loyalitas dan ketekunannya dalam menghadapi tantangan di perusahaan.

Chris Espinosa menjadi saksi lahirnya berbagai produk ikonik dari Apple, seperti Apple I, Apple II, Macintoshi, iPhone, dan iPad. Ia juga menyaksikan momen-momen penting, seperti ketika Steve Jobs meninggalkan Apple pada tahun 1985 dan kembali pada tahun 1997 untuk memimpin kebangkitan perusahaan.

Kini, setelah lima dekade, Apple telah bertransformasi menjadi perusahaan dengan nilai pasar hampir US$4 triliun, dengan lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia. Steve Jobs telah wafat pada tahun 2011 dan Steve Wozniak meninggalkan perusahaan, tetapi Chris Espinosa tetap menjadi bagian dari tim pengembangan tvOS, sistem operasi untuk Apple TV.

Kisah hidup Chris Espinosa adalah contoh nyata dari loyalitas dan cinta terhadap teknologi, menjadikannya bagian dari sejarah Apple yang sangat berpengaruh di dunia.

Related Post

Tinggalkan komentar