Hesti.id – 07 Juli 2026 | Dalam sebuah insiden tragis, Komnas HAM sebut ibu hamil tewas imbas kontak tembak TNI vs OPM di Intan Jaya, Papua Tengah, yang melibatkan seorang wanita bernama Melkiana Duwita. Insiden ini terjadi pada 2 Juli 2026 di Distrik Sugapa, saat terjadi baku tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Menurut informasi, Melkiana yang sedang hamil tujuh bulan terkena peluru nyasar saat berada di dalam rumahnya.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat KKB melakukan penembakan ke arah pos TNI. Meskipun TNI tidak membalas tembakan untuk menjaga keselamatan warga sipil, peluru yang ditembakkan kelompok bersenjata tersebut mengenai Melkiana. “Kami sangat berduka atas kepergiannya dan akan terus berupaya mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujar Nas.
Menanggapi insiden ini, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto, menyatakan bahwa Kementerian HAM sempat mempertimbangkan untuk membentuk tim investigasi independen. Namun, setelah berkoordinasi dengan Polri, mereka memutuskan untuk tidak melakukannya karena proses hukum sudah berjalan. “Proses yang ada sudah ditangani secara menyeluruh oleh kepolisian, sehingga tidak ada kebutuhan untuk tim investigasi tambahan,” kata Mugiyanto dalam konferensi pers di Jakarta.
Baca juga:
Anggota Komisi XIII DPR, Mafirion, meminta agar pemerintah melakukan investigasi menyeluruh terhadap kematian Melkiana. “Kematian ibu hamil ini adalah pelanggaran hak asasi manusia dan menjadi alarm bahwa perlindungan terhadap warga sipil di wilayah konflik belum optimal. Kami mendesak agar tragedi ini diusut tuntas dan transparan,” ungkapnya.
Situasi di Papua memang semakin memanas, terutama setelah insiden penembakan pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, yang terjadi pada hari yang sama. Menteri Koordinator bidang Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan bahwa pemerintah membuka peluang bagi Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan independen. “Kami tidak menutup mata terhadap jatuhnya korban sipil dan siap menindaklanjuti hasil penyelidikan,” tegasnya.
Komnas HAM menginginkan akses penuh untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian dan meminta agar proses penyelidikan dilakukan tanpa hambatan. Insiden ini menunjukkan betapa rentannya masyarakat sipil dalam konflik bersenjata yang terjadi di Papua. Harapan masyarakat adalah agar kejadian serupa tidak terulang dan bahwa pemerintah dapat memberikan perlindungan optimal kepada warganya.
Dengan semua kejadian ini, penting untuk terus mengawasi perkembangan situasi di Papua dan memastikan bahwa hak asasi manusia, terutama yang berkaitan dengan perlindungan warga sipil, dihormati dan ditegakkan dengan serius. Komnas HAM sebut ibu hamil tewas imbas kontak tembak TNI vs OPM menjadi pengingat bagi kita akan pentingnya keamanan dan perlindungan bagi semua warga negara.











