19/06/2026

CBA Sebut Kebijakan Bahlil Berpotensi Ganggu Pasokan Batu Bara PLN: Ancaman Kestabilan Energi Nasional

Penulis

Firdausyah Eblis Kaisar

CBA Sebut Kebijakan Bahlil Berpotensi Ganggu Pasokan Batu Bara PLN: Ancaman Kestabilan Energi Nasional
CBA Sebut Kebijakan Bahlil Berpotensi Ganggu Pasokan Batu Bara PLN: Ancaman Kestabilan Energi Nasional

Hesti.id – 19 Juni 2026 | CBA Sebut Kebijakan Bahlil Berpotensi Ganggu Pasokan Batu Bara PLN menjadi topik hangat dalam beberapa hari terakhir. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berpotensi menimbulkan persoalan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik milik PLN. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan karena dapat berdampak pada kestabilan energi nasional.

Dengan menggunakan ketentuan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 25 persen dari total produksi, maka dari target produksi 600 juta ton hanya tersedia sekitar 150 juta ton untuk kebutuhan domestik. Sementara kebutuhan batu bara PLN untuk pembangkit listrik diperkirakan mencapai sekitar 160 juta ton. Ini berarti terdapat potensi ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan pasokan batu bara untuk sektor kelistrikan.

CBA Sebut Kebijakan Bahlil Berpotensi Ganggu Pasokan Batu Bara PLN karena kebijakan tersebut dapat menimbulkan persoalan pasokan batu bara. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan untuk memastikan kestabilan energi nasional. CBA Sebut Kebijakan Bahlil Berpotensi Ganggu Pasokan Batu Bara PLN harus menjadi perhatian serius dari pemerintah dan stakeholder terkait.

Perdebatan ini menunjukkan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara sektor pertambangan dan ketenagalistrikan. Di satu sisi pemerintah berupaya mengendalikan produksi sumber daya alam dan memperbaiki tata kelola pertambangan, namun di sisi lain kebutuhan energi nasional yang terus meningkat menuntut kepastian pasokan bahan bakar bagi pembangkit listrik. CBA Sebut Kebijakan Bahlil Berpotensi Ganggu Pasokan Batu Bara PLN menjadi catatan penting dalam upaya mencapai keseimbangan antara target produksi batu bara, kewajiban pasokan dalam negeri, dan kebutuhan sektor kelistrikan.

Untuk mengatasi potensi gangguan pasokan listrik, pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara target produksi batu bara, kewajiban pasokan dalam negeri, dan kebutuhan sektor kelistrikan. CBA Sebut Kebijakan Bahlil Berpotensi Ganggu Pasokan Batu Bara PLN harus diatasi dengan penyesuaian kebijakan yang tepat dan efektif. Dengan demikian, kestabilan energi nasional dapat terjamin dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Kesimpulan dari perdebatan ini adalah bahwa CBA Sebut Kebijakan Bahlil Berpotensi Ganggu Pasokan Batu Bara PLN merupakan isu yang sangat penting dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan stakeholder terkait. Dengan penyesuaian kebijakan yang tepat dan efektif, kestabilan energi nasional dapat terjamin dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Related Post

Tinggalkan komentar