Hesti.id – 20 Juni 2026 | Branding, Gemoy, hingga gaya pidato Prabowo dinilai mengikis kewibawaan menjadi sorotan di tengah dinamika pemerintahan yang tengah berjalan. Kritik keras datang dari pengamat politik sekaligus Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago. Pangi menilai intensitas dan nada pidato Prabowo belakangan ini justru memicu polemik yang tidak perlu di tengah masyarakat.
Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube milik Bambang Widjojanto, ia secara gamblang menyarankan agar Presiden lebih menahan diri saat berbicara di podium. "Kalau misalnya Presiden Prabowo ini berhenti berpidato dua minggu ini, jangan-jangan tenang ini negara," kata Pangi. Menurut Pangi, ada paradoks yang terjadi dalam pemerintahan saat ini. Di satu sisi, sejumlah program pemerintah sebenarnya menunjukkan capaian bagus yang layak diapresiasi.
Namun, prestasi tersebut seolah tenggelam oleh kegaduhan yang muncul setiap kali Presiden selesai berpidato. Kontroversi dari pernyataan Presiden justru menjadi bahan perdebatan yang kontraproduktif. "Kerja beliau beberapa sektor sudah bagus. Tapi karena pidatonya terus ngeledek, akhirnya jadi meme-meme. Presiden Prabowo adalah presiden yang paling banyak dijadiin meme dan diolok-olok oleh konten kreator serta masyarakat kritis," ujar Pangi.
Baca juga:
Belajar dari Putin dan Xi Jinping, Pangi menyoroti aspek kewibawaan yang seharusnya melekat pada jabatan seorang kepala negara. Branding, Gemoy, hingga gaya pidato Prabowo dinilai mengikis kewibawaan harus menjadi perhatian serius. Dengan gaya pidato yang lebih terukur dan fokus pada capaian nyata, diharapkan kewibawaan Presiden dapat dipulihkan.
Branding, Gemoy, hingga gaya pidato Prabowo dinilai mengikis kewibawaan juga harus menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah. Dengan memperhatikan aspek kewibawaan dan mengurangi kontroversi, pemerintah dapat fokus pada pembangunan dan kemajuan negara. Branding, Gemoy, hingga gaya pidato Prabowo dinilai mengikis kewibawaan harus diatasi agar pemerintah dapat bekerja lebih efektif.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa Branding, Gemoy, hingga gaya pidato Prabowo dinilai mengikis kewibawaan harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Dengan memperhatikan aspek kewibawaan dan mengurangi kontroversi, pemerintah dapat fokus pada pembangunan dan kemajuan negara. Branding, Gemoy, hingga gaya pidato Prabowo dinilai mengikis kewibawaan harus diatasi agar pemerintah dapat bekerja lebih efektif dan membawa kemajuan bagi negara.











