Hesti.id – 03 Juli 2026 | Sikap bos tim Moto3 Jerman berubah soal rival terkuat Veda, David Almansa diharap legawa jadi deputi murid Marc Marquez. Dalam balapan terakhir di GP Belanda, dinamika persaingan antara Veda Ega Pratama dan David Almansa semakin menarik perhatian. Veda, yang merupakan andalan Honda Team Asia, mengalami nasib kurang beruntung setelah terjatuh dan gagal finis. Sementara itu, Almansa, meskipun menghadapi beberapa kesulitan, berhasil mencetak poin berharga dengan finis di posisi kedelapan.
Adrian Fernandez, rekan setim Almansa, mengungkapkan kekecewaan setelah mendapatkan hukuman yang membatalkan hasil balapannya meskipun telah berjuang keras. Ia sempat bersaing ketat dengan Veda di lap-lap awal dan menunjukkan performa yang menjanjikan. Namun, kesulitan dalam menemukan ritme membuatnya harus berjuang lebih keras hingga mencapai garis finis.
Performa Veda yang kurang optimal di GP Belanda membuat bos tim Moto3 Jerman, yang sebelumnya sangat optimis, mulai mempertimbangkan ulang posisinya. Sikap bos tim Moto3 Jerman berubah soal rival terkuat Veda, David Almansa diharap legawa jadi deputi murid Marc Marquez. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di Moto3 semakin ketat, dan keputusan strategis akan menjadi kunci bagi tim-tim untuk meraih hasil maksimal.
Baca juga:
Marc Marquez, juara dunia bertahan, juga memberi pengaruh besar dalam dunia balap motor. Dalam wawancara terbaru, Marquez menyatakan keraguannya untuk mengejar gelar ke-10, mengingat kondisi fisiknya yang masih rentan pascakecelakaan. Meskipun Marquez tidak terlibat langsung dalam Moto3, mentalitas dan pengalaman yang ia miliki tetap menjadi panutan bagi banyak pembalap muda, termasuk Veda dan Almansa.
Dengan situasi yang terus berkembang, tantangan bagi Veda dan Almansa semakin nyata. Veda perlu bangkit dari keterpurukan dan kembali menunjukkan performa terbaiknya, sementara Almansa harus bisa legawa menerima peran sebagai pendukung jika diperlukan. Sikap bos tim Moto3 Jerman berubah soal rival terkuat Veda, David Almansa diharap legawa jadi deputi murid Marc Marquez, mencerminkan betapa pentingnya kolaborasi dan strategi dalam mencapai kesuksesan di lintasan balap.
Balapan berikutnya diharapkan menjadi momen penting bagi kedua pembalap ini untuk menunjukkan kemampuan mereka. Sementara Veda bertekad untuk kembali ke jalur kemenangan, Almansa diharapkan dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk memberikan dukungan yang maksimal kepada timnya. Sikap bos tim Moto3 Jerman yang berubah ini dapat menjadi momentum baru bagi keduanya dalam meraih impian mereka di dunia Moto3.











