18/06/2026

Badan Eksekutif Mahasiswa SI Gelar Aksi Besar di Bandung, Menyoroti Kondisi Ekonomi Nasional

Penulis

Mariabella La Fierza

Badan Eksekutif Mahasiswa SI Gelar Aksi Besar di Bandung, Menyoroti Kondisi Ekonomi Nasional
Badan Eksekutif Mahasiswa SI Gelar Aksi Besar di Bandung, Menyoroti Kondisi Ekonomi Nasional

Hesti.id – 17 Juni 2026 | Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Aksi ini membawa rapor merah untuk pemerintahan Prabowo-Gibran terkait kemerosotan kondisi perekonomian nasional. Badan Eksekutif Mahasiswa SI menilai postur anggaran negara saat ini berada dalam tahap mengkhawatirkan dan berisiko tinggi membawa stabilitas keuangan menuju kebangkrutan akibat kebijakan fiskal yang dinilai serampangan.

Badan Eksekutif Mahasiswa SI menyoroti dua program strategis nasional baru yang dianggap menjadi beban berat bagi kas negara, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dalam aksi bertajuk “Indonesia Darurat” tersebut, massa memadati seluruh ruas Jalan Diponegoro hingga mengakibatkan kelumpuhan total arus lalu lintas di sekitar kawasan Gedung Sate. Para demonstran juga membawa replika alat hukuman pancung ke tengah jalan sebagai simbol visualisasi atas apa yang mereka sebut sebagai kegagalan total tata kelola pemerintahan saat ini.

Sementara itu, mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan oleh pengacara Firdaus Oibo. Laporan tersebut masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Metro Tangerang Selatan. Tiyo Ardianto sebelumnya telah mengkritik kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran dan telah menjadi sorotan terkait mobil Fortuner yang dikendarainya.

Badan Eksekutif Mahasiswa SI Jawa Barat juga menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Aksi tersebut diawali dengan long march dari kawasan Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat menuju Gedung DPRD Jabar. Mahasiswa membawa bendera organisasi, poster tuntutan, spanduk kritik, hingga berbagai atribut aksi yang menyita perhatian warga.

Badan Eksekutif Mahasiswa SI menekankan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyuarakan kritik terhadap kondisi bangsa yang dinilai sedang menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari ekonomi hingga demokrasi. Mereka menilai pemerintah perlu lebih serius merespons persoalan ekonomi, kenaikan biaya hidup, serta berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Kesimpulan dari aksi unjuk rasa yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa SI ini adalah bahwa mahasiswa menuntut perubahan yang signifikan dalam kebijakan pemerintahan dan menyoroti pentingnya Badan Eksekutif Mahasiswa SI sebagai suara kritik dan kontrol sosial dalam masyarakat. Badan Eksekutif Mahasiswa SI tetap komitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat dan memastikan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas tindakannya.

Related Post

Tinggalkan komentar