Hesti.id – 19 Juni 2026 | Aliansi GERAM Aceh Barat Gelar Aksi Desak Presiden RI Turunkan Harga BBM dan Evaluasi yang Merugikan Rakyat merupakan salah satu bentuk protes masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat. Pada hari Senin, 15 Juni 2026, sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Mengugat (GERAM) Aceh Barat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.
Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat tersebut membawa sejumlah poster dan spanduk yang berisi tuntutan serta sindiran pedas terhadap kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Koordinator aksi, Muhammad Nakrib, menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk respons masyarakat terhadap situasi nasional yang dinilai semakin menjauh dari prinsip demokrasi, keadilan sosial, dan keberpihakan terhadap rakyat. Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah saat ini lebih banyak membebani masyarakat dibanding menghadirkan solusi nyata atas persoalan ekonomi dan kebebasan sipil.
Baca juga:
Dalam aksi tersebut, massa membawa lima tuntutan utama, yaitu menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga BBM dan kebutuhan pokok, mencabut Undang-Undang Polri, menghentikan militerisme di ranah sipil serta intimidasi terhadap pers, serta mendesak Presiden Prabowo untuk mengakui dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai merugikan rakyat.
Aksi tersebut dilaksanakan secara damai, terbuka, dan konstitusional sebagai bagian dari hak demokratis warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Muhammad Nakrib juga mengajak masyarakat untuk tetap kritis terhadap jalannya pemerintahan serta menjaga ruang demokrasi agar tidak dibungkam oleh kepentingan kekuasaan dan oligarki politik.
Aliansi GERAM Aceh Barat Gelar Aksi Desak Presiden RI Turunkan Harga BBM dan Evaluasi yang Merugikan Rakyat juga menyoroti pentingnya evaluasi kebijakan pemerintah yang telah merugikan rakyat. Mereka menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh hanya menjadi simbol, tetapi harus benar-benar menghadirkan keadilan dan keberpihakan kepada rakyat.
Keadaan ekonomi saat ini yang dinilai sebagai efek dari kebobrokan pemerintah dalam mengelola keuangan negara, membuat massa aksi mendesak pemerintahan untuk mengevaluasi kinerja mereka dalam pengelolaan uang negara demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Aliansi GERAM Aceh Barat Gelar Aksi Desak Presiden RI Turunkan Harga BBM dan Evaluasi yang Merugikan Rakyat merupakan contoh nyata dari upaya masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah. Aksi tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki harapan untuk perubahan yang lebih baik dan lebih adil.
Sebagai penutup, Aliansi GERAM Aceh Barat Gelar Aksi Desak Presiden RI Turunkan Harga BBM dan Evaluasi yang Merugikan Rakyat merupakan peringatan bagi pemerintah untuk lebih peduli terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Mereka harus mengambil langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat dan memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil benar-benar pro-rakyat.










