18/06/2026

Cornelis Dorong Danantara Aktif Entaskan Kemiskinan dan Hapus Bansos yang Tidak Tepat Sasaran: Upaya Pengentasan Kemiskinan Yang Lebih Efektif

Penulis

Nakasaputra Jeramy

Cornelis Dorong Danantara Aktif Entaskan Kemiskinan dan Hapus Bansos yang Tidak Tepat Sasaran: Upaya Pengentasan Kemiskinan Yang Lebih Efektif
Cornelis Dorong Danantara Aktif Entaskan Kemiskinan dan Hapus Bansos yang Tidak Tepat Sasaran: Upaya Pengentasan Kemiskinan Yang Lebih Efektif

Hesti.id – 18 Juni 2026 | Cornelis Dorong Danantara Aktif Entaskan Kemiskinan dan Hapus Bansos yang Tidak Tepat Sasaran merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rapat Panja Pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2027, Dr. (H.C) Drs. Cornelis, M.H., menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak dapat secara terus-menerus bergantung pada bantuan sosial (bansos), namun harus didorong melalui investasi produktif yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Cornelis menyoroti pentingnya peran strategis Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan. Ia menyatakan bahwa Danantara harus terlibat aktif dalam agenda strategis negara, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kehadiran Danantara tidak boleh hanya diukur dari besarnya investasi dan keuntungan yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor-sektor produktif, memperkuat ekonomi rakyat, dan secara nyata menurunkan angka kemiskinan.

Cornelis Dorong Danantara Aktif Entaskan Kemiskinan dan Hapus Bansos yang Tidak Tepat Sasaran juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dalam upaya pengentasan kemiskinan. Ia menyatakan bahwa kualitas belanja negara jauh lebih penting dibandingkan besarnya anggaran yang dikeluarkan. Menurutnya, persoalan utama APBN selama ini bukan terletak pada keterbatasan anggaran, melainkan pada efektivitas penggunaannya, termasuk masih adanya program yang tumpang tindih dan belanja yang belum menghasilkan dampak ekonomi yang optimal.

Cornelis juga menyampaikan pandangan kritis terhadap efektivitas berbagai program bantuan sosial yang selama ini berjalan. Ia menyatakan bahwa bansos yang tidak tepat sasaran dan tidak efektif membantu rakyat harus dievaluasi bahkan dihapus. Di tengah kebutuhan efisiensi fiskal, setiap rupiah anggaran negara harus benar-benar memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat.

Dalam upaya Cornelis Dorong Danantara Aktif Entaskan Kemiskinan dan Hapus Bansos yang Tidak Tepat Sasaran, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 – 6,5 % dengan visi menuju pertumbuhan ekonomi 8 % serta percepatan pengurangan kemiskinan menuju nol persen. Target penurunan tingkat kemiskinan menjadi 6,0 – 6,5 % dan penghapusan kemiskinan ekstrem pada tahun 2027 hanya dapat tercapai apabila investasi nasional diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.

Untuk mencapai target tersebut, Cornelis Dorong Danantara Aktif Entaskan Kemiskinan dan Hapus Bansos yang Tidak Tepat Sasaran harus dijalankan dengan efektif. Dibutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Kesimpulan dari upaya Cornelis Dorong Danantara Aktif Entaskan Kemiskinan dan Hapus Bansos yang Tidak Tepat Sasaran adalah bahwa pengentasan kemiskinan memerlukan kerja sama yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dibutuhkan investasi produktif yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta efisiensi anggaran dalam upaya pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, target penurunan tingkat kemiskinan dapat tercapai dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan.

Related Post

Tinggalkan komentar