19/06/2026

Pemkab Aceh Timur Pulihkan 411 Hektare Kebun Sawit Terdampak Banjir, Meningkatkan Ketahanan Masyarakat

Pemkab Aceh Timur Pulihkan 411 Hektare Kebun Sawit Terdampak Banjir, Meningkatkan Ketahanan Masyarakat
Pemkab Aceh Timur Pulihkan 411 Hektare Kebun Sawit Terdampak Banjir, Meningkatkan Ketahanan Masyarakat

Hesti.id – 19 Juni 2026 | Pemkab Aceh Timur Pulihkan 411 Hektare Kebun Sawit Terdampak Banjir merupakan upaya nyata untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Satuan Tugas Pusat Unggulan Produksi Lestari (Satgas PUPL) memulihkan sebanyak 411 hektare perkebunan sawit milik rakyat yang terdampak banjir.

Program pemulihan ini menyasar kebun sawit milik petani yang mengalami kerusakan sedang hingga berat akibat banjir hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada November 2025. Bantuan diberikan, ditargetkan menjangkau 350 petani binaan dengan cakupan lahan seluas 411 hektare di sejumlah wilayah terdampak banjir di Kecamatan Ranto Peureulak dan Peunaron.

Pemkab Aceh Timur Pulihkan 411 Hektare Kebun Sawit Terdampak Banjir merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah daerah bersama Satgas PUPL dan mitra dalam mendukung pembangunan perkebunan sawit rakyat yang produktif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah berterima kasih atas upaya percepatan pemulihan produktivitas kebun petani yang terdampak banjir sehingga dapat kembali berproduksi dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

Program pemulihan sawit tersebut didukung lembaga mitra yang mendukung pembangunan ekonomi hijau di Kabupaten Aceh Timur seperti Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH). Kemudian, Forum Konservasi Leuser (FKL) melalui program National Initiative for Sustainable & Climate Smart Oil Palm Smallholders (NISCOPS). NISCOPS merupakan program kerja sama internasional dengan pendanaan dari pemerintah Belanda dan Inggris bertujuan mendukung petani kelapa sawit swadaya agar dapat memproduksi minyak sawit secara berkelanjutan, ramah iklim, dan memenuhi standar tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pemkab Aceh Timur Pulihkan 411 Hektare Kebun Sawit Terdampak Banjir juga dirancang untuk mempercepat pemulihan kebun sawit masyarakat melalui penyediaan sarana kerja, pembersihan lahan, serta aplikasi pupuk dolomit guna memperbaiki kondisi tanah pascabencana. Harapannya agar produktivitas kebun dapat pulih dan kesejahteraan petani kembali meningkat.

Program rehabilitasi dilaksanakan selama sebulan dengan tiga komponen utama, yakni pengadaan alat kerja berupa sepatu dan cangkul, pembersihan lahan dari semak dan vegetasi pengganggu, serta penyaluran pupuk untuk memperbaiki keasaman tanah dan meningkatkan kesuburan lahan. Selain mendorong pemulihan ekonomi petani, program tersebut juga diharapkan memperkuat praktik pengelolaan kebun yang berkelanjutan serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak bencana hidrometeorologi di sektor perkebunan.

Pemkab Aceh Timur Pulihkan 411 Hektare Kebun Sawit Terdampak Banjir merupakan contoh nyata upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana. Dengan program ini, diharapkan produktivitas kebun sawit dapat pulih dan kesejahteraan petani kembali meningkat. Pemkab Aceh Timur Pulihkan 411 Hektare Kebun Sawit Terdampak Banjir juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi.

Kesimpulan, Pemkab Aceh Timur Pulihkan 411 Hektare Kebun Sawit Terdampak Banjir merupakan upaya nyata untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi. Dengan program ini, diharapkan produktivitas kebun sawit dapat pulih dan kesejahteraan petani kembali meningkat. Pemkab Aceh Timur Pulihkan 411 Hektare Kebun Sawit Terdampak Banjir juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi.

Related Post

Tinggalkan komentar