Hesti.id – 19 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia dan Tiongkok terus memperluas ruang kerja sama strategis melalui sektor kebudayaan, kesehatan tradisional, dan pelestarian warisan budaya. Indonesia Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Pengobatan Tradisional dan Revitalisasi Warisan Budaya menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dengan Chairman China State Construction International (CSCI), Gao Bo.
Mereka membahas berbagai peluang kolaborasi untuk mendukung pembangunan berbasis budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pengembangan pusat pengobatan tradisional di Indonesia yang mengintegrasikan layanan kesehatan berbasis pengetahuan lokal dengan fungsi edukasi dan pelestarian budaya.
Indonesia Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Pengobatan Tradisional dan Revitalisasi Warisan Budaya dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi pengobatan tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus mendukung pengembangan sektor kesehatan yang berakar pada kearifan lokal. Menurut Fadli Zon, pengobatan tradisional tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah dan budaya masyarakat Indonesia.
Baca juga:
Indonesia memiliki tradisi pengobatan herbal yang berkembang selama ratusan tahun dan diwariskan secara turun-temurun di berbagai daerah. Tradisi tersebut tercermin dalam penggunaan tanaman obat, ramuan herbal, serta praktik kesehatan berbasis kearifan lokal yang masih digunakan hingga saat ini. Indonesia Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Pengobatan Tradisional dan Revitalisasi Warisan Budaya merupakan upaya untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi ini lebih lanjut.
Kerja sama dengan Tiongkok dinilai memiliki nilai strategis mengingat negara tersebut memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan pengobatan tradisional yang telah terintegrasi dengan sistem kesehatan modern. Melalui kerja sama ini, kedua negara berpeluang melakukan penelitian bersama, pertukaran tenaga ahli, pengembangan kurikulum pendidikan kesehatan tradisional, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Indonesia Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Pengobatan Tradisional dan Revitalisasi Warisan Budaya juga diharapkan dapat membuka peluang investasi, pengembangan industri herbal, dan penguatan ekonomi berbasis budaya. Selain itu, pengembangan pusat pengobatan tradisional berpotensi mendukung sektor pariwisata kesehatan atau wellness tourism yang saat ini menjadi salah satu tren global.
Dengan kekayaan biodiversitas dan warisan budaya yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu destinasi kesehatan berbasis budaya di kawasan Asia. Indonesia Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Pengobatan Tradisional dan Revitalisasi Warisan Budaya menjadi kunci untuk mengembangkan potensi ini.
Selain membahas sektor kesehatan tradisional, kedua pihak juga menjajaki peluang kerja sama dalam revitalisasi dan rekonstruksi bangunan bersejarah serta pengembangan kawasan budaya di berbagai daerah di Indonesia. Fadli Zon menekankan bahwa pelestarian bangunan bersejarah merupakan bagian penting dari upaya menjaga identitas bangsa di tengah pesatnya pembangunan modern.
Kesimpulan dari pertemuan ini adalah bahwa Indonesia Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Pengobatan Tradisional dan Revitalisasi Warisan Budaya memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan warisan budaya. Dengan kerja sama yang erat, kedua negara dapat mengembangkan sektor kesehatan tradisional dan pariwisata budaya yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.










