Hesti.id – 19 Juni 2026 | Cerita jemaah haji perempuan asal Bone, pulang pakai baju bling-bling, habiskan biaya jutaan rupiah, menjadi salah satu topik yang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. Namun, ada satu kisah yang menarik perhatian, yaitu tentang Haji Supanto Darto Atemo, seorang penjual bakso asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang berangkat ke Tanah Suci dengan kursi roda, namun kembali dengan berjalan kaki.
Supanto, yang berusia 73 tahun, berangkat ke Tanah Suci dengan kondisi yang tidak prima. Ia harus duduk di atas kursi roda karena cedera yang dialaminya setelah terjatuh di kamar mandi. Namun, semangatnya untuk menunaikan ibadah haji tidak pernah surut. Ia terus memperbanyak doa agar diberikan kesembuhan dan kekuatan untuk menjalani ibadah.
Cerita jemaah haji perempuan asal Bone, pulang pakai baju bling-bling, habiskan biaya jutaan rupiah, memang menarik perhatian, namun kisah Supanto lebih dari itu. Ia menunjukkan bahwa dengan kesabaran dan kepercayaan, seseorang dapat mengatasi kesulitan dan mencapai tujuannya. Supanto berhasil menyelesaikan tawaf sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka’bah, yang merupakan pencapaian besar bagi dirinya.
Baca juga:
Cerita jemaah haji perempuan asal Bone, pulang pakai baju bling-bling, habiskan biaya jutaan rupiah, juga menunjukkan bahwa ibadah haji bukan hanya tentang materi, tapi juga tentang spiritualitas. Supanto, yang awalnya harus duduk di atas kursi roda, kini dapat berjalan kaki dan menyelesaikan ibadah dengan baik. Ini menunjukkan bahwa dengan iman dan kesabaran, seseorang dapat mengatasi kesulitan dan mencapai tujuannya.
Cerita jemaah haji perempuan asal Bone, pulang pakai baju bling-bling, habiskan biaya jutaan rupiah, memang menarik perhatian, namun kisah Supanto lebih dari itu. Ia menunjukkan bahwa dengan kesabaran dan kepercayaan, seseorang dapat mengatasi kesulitan dan mencapai tujuannya. Supanto berhasil menyelesaikan ibadah haji dengan baik dan kini dapat berjalan kaki, yang merupakan pencapaian besar bagi dirinya.
Di akhir, Cerita jemaah haji perempuan asal Bone, pulang pakai baju bling-bling, habiskan biaya jutaan rupiah, mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran dan kepercayaan dalam menghadapi kesulitan. Dengan iman dan kesabaran, seseorang dapat mengatasi kesulitan dan mencapai tujuannya, seperti yang telah ditunjukkan oleh Supanto.











