Hesti.id – 19 Juni 2026 | Dari Kampus ke BAZNAS Alumni Sains Data UNM Buktikan Data Jadi Senjata Karier merupakan contoh nyata bagaimana lulusan Sains Data dari Universitas Nusa Mandiri (UNM) dapat mengambil peran penting dalam berbagai sektor, termasuk lembaga sosial dan kemanusiaan. Desi Masdin Dama, salah satu alumni Program Studi Sains Data UNM, telah membuktikan bahwa data dapat menjadi senjata karier yang ampuh. Ia kini berkarier sebagai Data Analyst di Divisi Marketing Communication BAZNAS RI.
Di era transformasi digital, kebutuhan akan pengambilan keputusan berbasis data meningkat secara signifikan. Desi memainkan peran kunci dalam membantu BAZNAS memahami persepsi publik, menjaga reputasi institusi, serta mendukung strategi komunikasi yang lebih efektif dan terukur. Menurut Desi, profesi Data Analyst bukan sekadar mengolah angka dan laporan, melainkan mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk menghasilkan keputusan yang tepat.
Dalam kesehariannya, Desi melakukan pemantauan sentimen publik di berbagai platform media sosial dan media massa yang berkaitan dengan BAZNAS RI. Ia menganalisis percakapan publik untuk memahami persepsi masyarakat terhadap program-program yang dijalankan lembaga tersebut. Desi juga bertugas mengidentifikasi isu yang berkembang, memetakan potensi risiko reputasi, serta memantau tren yang perlu menjadi perhatian organisasi.
Baca juga:
Hasil analisis Desi kemudian diolah menjadi laporan yang digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan strategis. Ia juga mengelola dashboard media sosial BAZNAS RI untuk memantau performa konten, perilaku audiens, serta tren digital yang berkembang. Data tersebut dimanfaatkan untuk menyusun rekomendasi strategi komunikasi, termasuk menentukan judul dan konten yang mempertimbangkan aspek Search Engine Optimization (SEO) agar mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, mengapresiasi perjalanan karier Desi yang dinilai menjadi bukti nyata relevansi kompetensi Sains Data dengan kebutuhan industri saat ini. Ia menekankan bahwa pembelajaran di Program Studi Sains Data dirancang berbasis praktik dan diperkuat melalui Internship Experience Program (IEP) dengan skema 3 tahun kuliah dan 1 tahun magang.
Desi sendiri telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan selama menjadi mahasiswa, mulai dari Juara III PEKSIMIDA DKI Jakarta 2022 cabang Monolog, Juara III Lomba Essay STIKES RS Husada, Juara I Pekan Data Nasional 2025, hingga berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal internasional bereputasi Q1. Prestasi dan perjalanan karier Desi menunjukkan bahwa mahasiswa Sains Data UNM memiliki peluang besar untuk berkembang di berbagai bidang.
Dari Kampus ke BAZNAS Alumni Sains Data UNM Buktikan Data Jadi Senjata Karier merupakan contoh nyata bagaimana kompetensi data dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks. Dengan demikian, Dari Kampus ke BAZNAS Alumni Sains Data UNM Buktikan Data Jadi Senjata Karier membuka wawasan baru tentang pentingnya pemanfaatan data dalam mengembangkan karier dan memajukan organisasi.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen mencetak talenta digital yang siap menghadapi tantangan era transformasi digital. Melalui kurikulum yang adaptif, pembelajaran berbasis proyek, serta program magang industri yang terintegrasi, mahasiswa dibekali kemampuan analisis data, kecerdasan buatan, machine learning, dan business intelligence yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kesimpulan dari Dari Kampus ke BAZNAS Alumni Sains Data UNM Buktikan Data Jadi Senjata Karier adalah bahwa lulusan Sains Data dari Universitas Nusa Mandiri memiliki peluang karier yang luas dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat melalui pemanfaatan data yang tepat guna. Dengan begitu, Dari Kampus ke BAZNAS Alumni Sains Data UNM Buktikan Data Jadi Senjata Karier menjadi inspirasi bagi calon mahasiswa untuk memilih jurusan Sains Data dan memulai karier yang sukses di era digital.











