Hesti.id – 02 Juli 2026 | Pada Jumat malam yang penuh semangat, GOR Kebun Bunga menjadi saksi bisu antusiasme ratusan pendukung dan atlet dalam ajang Open Turnamen Pencak Silat IPSI Kota Medan Tahun 2026. Momen tersebut tidak hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga menjadi upaya penting dalam menjaga warisan di arena silat, sebuah tradisi asli Indonesia yang kaya makna.
Sebanyak 674 atlet yang berasal dari 58 kontingen berpartisipasi dalam turnamen ini, menunjukkan bahwa minat terhadap pencak silat masih sangat kuat di kalangan generasi muda. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, membuka acara resmi tersebut dengan menekankan pentingnya pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya sekadar olahraga bela diri, tetapi juga merupakan warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. “Kita harus memastikan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku yang aktif dalam melestarikan budaya kita,” ujarnya.
Baca juga:
Antusiasme yang ditunjukkan oleh ratusan peserta dan pendukung menjadi gambaran nyata bahwa menjaga warisan di arena silat terus berlanjut. Para atlet muda yang hadir di turnamen ini membawa harapan bahwa budaya bangsa tidak akan hilang ditelan perkembangan zaman yang semakin cepat.
Turnamen ini menyediakan platform bagi peserta untuk menampilkan kemampuan mereka, tidak hanya untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk mengharumkan nama Kota Medan di ajang yang lebih bergengsi, termasuk olahraga tingkat provinsi. Kegiatan ini diharapkan dapat memacu semangat para atlet untuk lebih berprestasi di masa depan.
Interaksi langsung antara Wali Kota Medan dan para atlet menambah kehangatan acara. Rico Waas memberikan tantangan berupa pertanyaan yang melibatkan peserta. Peserta yang berani menjawab mendapatkan hadiah berupa seragam silat, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi mereka untuk terus berkarya di dunia pencak silat.
Acara ini juga menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi antar kontingen. Kebersamaan ini menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan penuh semangat, di mana setiap atlet saling mendukung satu sama lain meski bersaing di arena.
Dengan semangat yang menggebu, para peserta menunjukkan bahwa pencak silat lebih dari sekadar teknik bertarung. Ini merupakan seni yang mengandung filosofi dan nilai-nilai luhur yang harus diteruskan. Pencak silat mengajarkan kedisiplinan, rasa hormat, dan keberanian, yang merupakan karakter penting bagi generasi muda.
Melalui turnamen ini, diharapkan semakin banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga warisan budaya seperti pencak silat. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, pencak silat akan terus berkembang dan menjadi lebih dikenal di tingkat internasional.
Secara keseluruhan, Open Turnamen Pencak Silat IPSI Kota Medan Tahun 2026 bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan upaya kolektif untuk menjaga warisan di arena silat agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman. Generasi muda diharapkan dapat meneruskan semangat ini dan menjadikan pencak silat sebagai bagian integral dari kehidupan mereka.











