1 Juli 2026

Inovasi Alat Pengasuhan Anak Berbasis Sains dari Peneliti UCD

Penulis

Kim Cuc Krissa Kim Cuc

Inovasi Alat Pengasuhan Anak Berbasis Sains dari Peneliti UCD
Inovasi Alat Pengasuhan Anak Berbasis Sains dari Peneliti UCD

Hesti.id – 01 Juli 2026 | Seorang peneliti dari University College Dublin (UCD) sedang mengembangkan alat pengasuhan anak yang didukung sains. Michele Van Valey, yang memiliki latar belakang unik dalam sains dan penelitian, berkomitmen untuk menciptakan solusi yang dapat membantu orang tua menghadapi tantangan dalam mendidik anak-anak mereka. Dengan pengalaman sebagai psikoterapis dan peneliti, Michele terinspirasi untuk mengatasi masalah kesehatan mental anak di era digital.

Michele mengungkapkan, “Sebagai orang tua, saya bersedia membayar untuk mengakses alat yang dapat memanfaatkan ide-ide berbasis bukti untuk tantangan spesifik anak saya.” Perjalanan kariernya dimulai dari dunia seni dan budaya, namun beralih ke perhatian pada kesehatan setelah mengalami masalah kesehatan yang serius. Ia kemudian mengejar pendidikan formal di UCD, di mana ia meraih gelar master dalam intervensi berbasis kesadaran dan melanjutkan ke program doktoral.

Dalam wawancara, Michele menjelaskan motivasinya untuk menjadi peneliti. “Tumbuh di California, pendidikan tinggi sangat ditanamkan dalam diri saya sejak dini. Saya selalu tertarik pada kata-kata dan bagaimana mereka membentuk pengalaman kita,” katanya. Keterlibatannya dalam penelitian kualitatif dan lintas disiplin ilmu membawanya untuk mendalami pentingnya kesehatan mental anak.

Michele saat ini fokus pada proyek doktoralnya yang didukung oleh UCD Foundation, berupaya merancang alat digital yang dapat memberikan dukungan kepada orang tua dan keluarga yang membutuhkan. “Ada banyak orang tua di luar sana yang menunggu akses ke layanan profesional. Alat ini bertujuan untuk memberikan informasi dan dukungan berbasis bukti yang dapat membantu mereka,” tambahnya.

Alat pengasuhan anak yang sedang dibangun Michele akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan pendekatan yang lebih komprehensif. Meskipun ia skeptis terhadap penggunaan AI, Michele menyadari pentingnya mengarahkan teknologi ini agar dapat memberikan manfaat bagi keluarga. “Saya ingin menciptakan solusi yang tidak hanya mengandalkan pendekatan behavioris, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor neurobiologi dan relasional,” jelasnya.

Michele berpandangan bahwa penelitian ini krusial karena dapat membantu orang tua memahami lebih dalam mengenai pengalaman yang dialami anak-anak mereka. “Dengan memberikan akses kepada orang tua terhadap berbagai ide yang terbukti secara empiris, kita dapat meningkatkan pemahaman mereka dan membantu anak-anak mereka melalui masa-masa sulit,” imbuhnya.

Di pasar saat ini, hanya sedikit aplikasi pengasuhan yang didukung oleh penelitian, dan mayoritas berfokus pada pendekatan behavioris. Michele berharap dapat menciptakan solusi yang lebih luas dan beragam, menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi keluarga yang sedang berjuang.

Tantangan terbesar yang dihadapinya sebagai peneliti adalah kecepatan informasi yang berkembang pesat mengenai AI. “Menyeimbangkan penelitian dengan peran saya sebagai orang tua adalah suatu tantangan tersendiri,” katanya. Michele juga mencatat adanya kesalahpahaman umum mengenai penggunaan AI dalam pengasuhan anak, dan ia berkomitmen untuk mengeksplorasi potensi positif dari teknologi ini.

Ke depan, Michele berharap untuk memperdalam penelitian mengenai kebutuhan keterikatan, reaktivitas terhadap stres, dan pengaturan bersama dalam konteks pengasuhan anak. “Setiap langkah dalam pendidikan saya mengajarkan bahwa penyembuhan bersifat relasional, dan saya ingin melihat lebih banyak penelitian di bidang ini,” tutupnya.

Related Post

Tinggalkan komentar