2 Juli 2026

Mahasiswa UMRI Sosialisasikan Cinta Bahasa sebagai Bela Negara

Penulis

Mayhew Judas Manuia

Mahasiswa UMRI Sosialisasikan Cinta Bahasa sebagai Bela Negara
Mahasiswa UMRI Sosialisasikan Cinta Bahasa sebagai Bela Negara

Hesti.id – 02 Juli 2026 | PEKANBARU — Di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh budaya asing yang semakin meluas, mempertahankan identitas bangsa kini menjadi sebuah keharusan. Menggali makna dari cinta bahasa sebagai wujud nyata bela negara, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dari Program Studi Teknik Informatika melaksanakan kegiatan sosialisasi yang berjudul “Bela Negara! Benteng Negara! Melalui Cinta Bahasa Indonesia.” Acara ini ditujukan kepada pemuda di lingkungan masyarakat Komplek BMP, RW 14, Kelurahan Sialang Sakti.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026, ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda, dengan cara yang berbeda dari biasanya. “Bela negara tidak harus selalu identik dengan angkat senjata. Bagi kita, para pemuda dan mahasiswa, bela negara yang sesungguhnya adalah melestarikan budaya dan identitas kita, terutama Bahasa Indonesia,” ungkap Neisya Anwar Putri, Ketua Pelaksana Kegiatan, di hadapan puluhan peserta yang hadir.

Pemahaman baru tentang bela negara ini sangat penting, apalagi di era modern saat ini. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa UMRI ingin mengajak para pemuda untuk merasakan bangga menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Neisya menambahkan, “Ketika kita menggunakan bahasa kita sendiri secara baik, kita juga sedang merawat persatuan bangsa.”

Sosialisasi ini dirancang dengan pendekatan yang interaktif dan menarik. Mahasiswa UMRI tidak hanya memberikan materi secara satu arah, tetapi juga mengundang peserta untuk berdiskusi mengenai fenomena pergeseran bahasa yang terjadi di kalangan generasi Z. Diskusi ini mencakup maraknya penggunaan bahasa gaul dan istilah asing yang berpotensi menggerus eksistensi bahasa ibu.

Antusiasme pemuda setempat terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Rangkaian acara terdiri dari pemaparan sejarah Sumpah Pemuda, penjelasan mengenai pentingnya Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu dari Sabang sampai Merauke, serta berbagai kuis kebahasaan yang disambut dengan semangat oleh para peserta. Salah satu tokoh pemuda setempat menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang diambil oleh mahasiswa UMRI.

“Awalnya kami beranggapan bahwa bela negara itu hanya berkaitan dengan militer atau baris-berbaris. Namun, dengan kegiatan ini, kami menyadari bahwa cinta pada negara juga dapat ditunjukkan melalui bahasa. Kegiatan ini membuka wawasan kami agar tidak merasa malu menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dan sopan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui program sosialisasi ini, mahasiswa UMRI berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya Bahasa Indonesia semakin meningkat. Bahasa bukan hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan jiwa dan karakter bangsa. Di akhir acara, dilakukan deklarasi bersama antara mahasiswa dan pemuda setempat untuk terus menjadikan Bahasa Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat ini menjadi bukti bahwa semangat bela negara akan terus hidup, mengalir melalui kata-kata, dan menjadi Benteng Negara yang tak tertembus oleh zaman. Dengan inisiatif ini, diharapkan cinta bahasa wujud nyata bela negara pesan mendalam dari sosialisasi mahasiswa UMRI kepada pemuda di masyarakat dapat terus menginspirasi generasi mendatang.

Related Post

Tinggalkan komentar