Hesti.id – 01 Juli 2026 | Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) semester 4 baru-baru ini menggelar kegiatan yang bertema From Waste to Awareness Mahasiswa PPKn Membangun Kesadaran Ekologis di TPA Mrican. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, dan terdiri dari kuliah tamu serta kunjungan lapangan langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican.
Acara diawali dengan kuliah tamu yang diadakan di Laboratorium PPKn. Narasumber yang dihadirkan adalah Abri Susilo, Kepala UPT TPA Mrican. Dalam presentasinya, Abri menjelaskan berbagai aspek terkait pengelolaan sampah. Mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, hingga langkah-langkah pengelolaan lingkungan yang dilakukan di TPA tersebut. Salah satu pesan yang paling mengena adalah slogan “Sampahmu, Tanggung Jawabmu”. Slogan ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pengelola TPA, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap individu yang menghasilkan sampah.
Mahasiswa didorong untuk lebih sadar dalam mengelola sampah dari sumbernya, dengan membiasakan diri memilah sampah serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sesi kuliah tamu, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan observasi langsung di TPA Mrican untuk melihat praktik pengelolaan sampah yang dilakukan di lapangan.
Baca juga:
Di lokasi, mahasiswa menyaksikan bagaimana setiap truk sampah yang datang terlebih dahulu ditangani oleh petugas untuk dilakukan pemilahan berdasarkan jenis sampah. Hal ini menunjukkan sistem yang terorganisir dalam pengelolaan limbah. Selain itu, mereka juga melihat tumpukan sampah yang secara berkala ditimbun menggunakan lapisan tanah untuk mengurangi bau dan menjaga kondisi lingkungan di sekitar TPA.
Selama kunjungan, mahasiswa juga mendapatkan informasi mengenai pengelolaan lumpur tinja di kawasan TPA. Hasil olahan lumpur tinja tersebut dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman di sekitar area pengolahan, meskipun penggunaannya tidak dianjurkan untuk tanaman konsumsi seperti buah dan sayuran, karena masih berpotensi mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berbahaya bagi kesehatan.
TPA Mrican sendiri telah beroperasi sejak tahun 1995. Pada awalnya, kawasan ini merupakan cekungan, namun seiring bertambahnya volume sampah, kini telah berubah menjadi gunungan sampah. Saat ini, luas TPA Mrican mencapai sekitar 2,5 hektare, dan pihak pengelola terus berupaya untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga menargetkan bahwa pada tahun 2029, jumlah residu sampah yang berakhir di TPA akan maksimal hanya 10 persen dari total timbulan sampah. Target ini diharapkan dapat tercapai melalui optimalisasi pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang sampah sejak dari sumbernya.
Melalui kegiatan kuliah tamu dan observasi lapangan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga memahami secara langsung kompleksitas persoalan sampah di daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran ekologis serta memperkuat peran mahasiswa sebagai warga negara yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa From Waste to Awareness Mahasiswa PPKn Membangun Kesadaran Ekologis di TPA Mrican bukan hanya sekadar sebuah tema, tetapi juga langkah nyata untuk menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.











