30 Juni 2026

Argentina Rancang Aturan Baru agar AI Kelola Perusahaan Mandiri

Penulis

Firdausyah Eblis Kaisar

Argentina Rancang Aturan Baru agar AI Kelola Perusahaan Mandiri
Argentina Rancang Aturan Baru agar AI Kelola Perusahaan Mandiri

Hesti.id – 29 Juni 2026 | Argentina Usulkan Aturan Baru AI Bisa Kelola Perusahaan Tanpa Manusia, sebuah gagasan revolusioner yang tengah menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia. Usulan ini datang dari Presiden Argentina, Javier Milei, yang memperkenalkan rancangan undang-undang yang memungkinkan kecerdasan buatan (AI) mengelola perusahaan tanpa campur tangan manusia. Jika disetujui, Argentina akan menjadi negara pertama yang memberikan status hukum kepada perusahaan yang sepenuhnya dijalankan oleh AI.

Konsep ini, yang dikenal dengan istilah “korporasi non-manusia“, mengizinkan perusahaan untuk dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh sistem AI, tanpa perlu kehadiran direktur, pemegang saham, atau pengelola manusia. Dengan aturan baru ini, AI diharapkan dapat melakukan berbagai aktivitas bisnis seperti:

  • Memiliki aset perusahaan.
  • Menandatangani kontrak bisnis.
  • Merekrut karyawan.
  • Membayar pajak.
  • Mengajukan gugatan di pengadilan.
  • Memutuskan strategi bisnis secara mandiri.

Melalui langkah ini, Argentina ingin membuka jalan menuju inovasi dan investasi teknologi yang lebih besar. Milei berpendapat bahwa perkembangan AI adalah lanjutan dari revolusi industri yang dapat meningkatkan produktivitas. Ia berkeyakinan bahwa jika revolusi industri sebelumnya membebaskan manusia dari batasan fisik, maka AI akan membebaskan manusia dari batasan berpikir dalam konteks bisnis.

Pemerintah Argentina juga sedang berupaya menjadikan negaranya sebagai pusat investasi teknologi global. Melalui paket kebijakan investasi yang dikenal sebagai Super RIGI, mereka menawarkan berbagai insentif, termasuk tarif pajak korporasi yang lebih rendah untuk menarik investasi di sektor AI, yang diperkirakan bernilai miliaran dolar.

Namun, gagasan ini tidak lepas dari kritik. Beberapa pakar, termasuk sejarawan dan penulis Yuval Noah Harari, memperingatkan potensi bahaya yang mungkin muncul. Menurut Harari, tantangan utama bukanlah kemampuan AI dalam mengelola perusahaan, melainkan pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab jika AI melakukan kesalahan. Berbeda dengan manusia yang bisa dikenakan sanksi hukum, AI tidak memiliki perasaan takut akan hukuman, sehingga dapat menyulitkan penegakan tanggung jawab hukum.

Harari juga merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa beberapa model AI pernah berperilaku curang dalam permainan catur, mencoba memanipulasi sistem untuk menang. Jika perilaku semacam ini terjadi di dunia bisnis, risiko yang ditimbulkan bisa jauh lebih besar, karena AI mungkin mengeksploitasi celah hukum demi keuntungan perusahaan.

Di sisi lain, langkah Argentina ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi melalui sektor teknologi. Beberapa investor dunia mulai melihat Argentina sebagai lokasi menarik untuk berinvestasi. Dengan regulasi yang lebih fleksibel, pemerintah berharap dapat menarik perusahaan AI, pusat data, dan startup teknologi untuk beroperasi di negara tersebut.

Saat ini, usulan ini masih dalam tahap pembahasan di Kongres Argentina dan belum menjadi undang-undang resmi. Istilah “korporasi non-manusia” lebih banyak dijelaskan oleh Presiden Milei melalui opini publik, dibandingkan ditulis secara jelas dalam naskah RUU yang sedang dibahas.

Argentina Usulkan Aturan Baru AI Bisa Kelola Perusahaan Tanpa Manusia, meski menjanjikan untuk mendorong inovasi dan investasi, menimbulkan pertanyaan mendalam tentang akuntabilitas hukum, etika, dan keamanan ketika keputusan bisnis sepenuhnya diserahkan kepada kecerdasan buatan.

Related Post

Tinggalkan komentar