28 Juni 2026

Pramono Anung: Solusi Kemacetan Jakarta dengan Perluasan Transjabodetabek

Penulis

Babette Babette Leanne

Pramono Anung: Solusi Kemacetan Jakarta dengan Perluasan Transjabodetabek
Pramono Anung: Solusi Kemacetan Jakarta dengan Perluasan Transjabodetabek

Hesti.id – 28 Juni 2026 | Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa kemacetan yang melanda Ibu Kota tidak hanya disebabkan oleh aktivitas warga yang tinggal di Jakarta, tetapi juga oleh tingginya jumlah komuter yang datang dari wilayah penyangga. Pramono Anung menyampaikan bahwa setiap harinya, sekitar empat juta komuter masuk Jakarta setiap hari jadi pemicu macet, dan mereka kembali ke daerah asalnya pada sore hari, sehingga menambah kepadatan lalu lintas di berbagai ruas jalan.

Pernyataan ini disampaikan Pramono dalam dialog dengan masyarakat pada acara Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta yang berlangsung di Bundaran HI pada 27 Juni 2026. Dalam dialog tersebut, Pramono menjawab pertanyaan dari seorang warga asal Maluku yang kini menetap di Bekasi mengenai kondisi transportasi di Jakarta.

Pramono menegaskan bahwa tingginya arus keluar-masuk komuter dari kawasan penyangga menjadi tantangan utama bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya mengatasi kemacetan. “Transportasi di Jakarta, salah satu yang menyebabkan macet adalah ketika pagi hari orang datang kurang lebih 4 juta. Sore hari kurang lebih 4 juta kembali ke kediamannya masing-masing. Itulah yang sekarang diatur oleh Jakarta,” ujarnya.

Untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi, Pemprov DKI Jakarta sedang memperluas jaringan transportasi umum melalui layanan Transjabodetabek. Pramono menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia berbagai rute baru yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitar, seperti rute Blok M–Bogor, Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, serta Blok M–Bekasi.

“Dulu belum ada Transjabodetabek. Sekarang sudah ada dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Soekarno-Hatta, Blok M ke Bekasi, dan sebagainya. Itu supaya warga dari luar Jakarta bisa menggunakan transportasi umum,” kata Pramono.

Selain itu, Pramono juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kebijakan transportasi gratis yang diberikan dalam rangka perayaan HUT ke-499 Jakarta. Awalnya, kebijakan ini hanya ditujukan bagi warga ber-KTP Jakarta. Namun, banyak warga dari Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, hingga Cianjur yang berharap dapat menikmati kebijakan yang sama.

Menanggapi permintaan tersebut, Pemprov DKI akhirnya memutuskan untuk memberikan layanan gratis kepada semua masyarakat yang memiliki KTP Republik Indonesia selama peringatan HUT Jakarta berlangsung. “Ternyata penduduk dari Bekasi, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Cianjur, Depok juga minta gratis. Karena itu, hari ini semua yang ber-KTP Republik Indonesia kami gratiskan,” jelasnya.

Kebijakan ini mencakup berbagai moda transportasi yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, antara lain TransJakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan JakLingko. Selain itu, masyarakat juga diberikan akses gratis ke sejumlah destinasi wisata dan ruang publik milik Pemprov DKI, seperti kawasan Ancol, Kebun Binatang Ragunan, Monumen Nasional (Monas), serta berbagai museum di Jakarta.

Pramono berharap kebijakan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Jakarta, tetapi juga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum dalam kehidupan sehari-hari. Ia optimis bahwa dengan semakin banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, potensi pengurangan kemacetan di Jakarta akan semakin besar.

“Mudah-mudahan yang seperti ini akan membuat kesadaran orang untuk naik transportasi umum,” pungkas Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengembangkan sistem transportasi terintegrasi dengan wilayah penyangga sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta menciptakan sistem transportasi perkotaan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Related Post

Tinggalkan komentar