27/06/2026

Sarwendah Kunjungi Komnas Perempuan, Apa Isi Surat Permohonannya?

Penulis

Mariabella La Fierza

Sarwendah Kunjungi Komnas Perempuan, Apa Isi Surat Permohonannya?
Sarwendah Kunjungi Komnas Perempuan, Apa Isi Surat Permohonannya?

Hesti.id – 27 Juni 2026 | Kedatangan Sarwendah ke kantor Komnas Perempuan belakangan ini menjadi sorotan publik. Heboh Sarwendah sambangi Komnas Perempuan, ternyata ini poin tertulis dalam surat permohonan yang ia ajukan. Banyak yang menduga bahwa mantan istri Ruben Onsu ini telah mengajukan laporan resmi terkait persoalan yang sedang dihadapinya. Namun, pihak Komnas Perempuan menegaskan bahwa proses tersebut belum sampai ke tahap pengaduan.

Komisioner Komnas Perempuan, Irwan Setiawan, menjelaskan bahwa pertemuan yang berlangsung beberapa waktu lalu hanya sebatas konsultasi, dan bukan pelaporan resmi. “Sayangnya yang kemarin itu kan belum sampai tahap pengaduan, tetapi hanya konsultasi saja, belum sampai ke pengaduan,” ujar Irwan Setiawan saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Dari informasi yang diperoleh, surat yang disampaikan melalui kuasa hukum Sarwendah berisi permohonan audiensi untuk berkonsultasi mengenai kondisi yang dialami kliennya. Sarwendah secara spesifik menyatakan keinginannya untuk melakukan sesi pertukaran pikiran dan meminta pandangan hukum komprehensif dari tim ahli internal Komnas Perempuan terkait peristiwa yang menimpanya.

Irwan Setiawan menegaskan bahwa fokus permohonan Sarwendah adalah untuk mendapatkan konseling pribadi dan menjajaki situasi, bukan langkah hukum yang agresif. Hal ini menunjukkan bahwa Sarwendah lebih mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaan dibandingkan menempuh jalur hukum yang lebih formal.

Di tengah proses tersebut, pihak Sarwendah juga menunjukkan sikap bijak dengan memfasilitasi pertemuan antara anak-anak mereka dengan Ruben Onsu. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi sinyal positif bagi penyelesaian masalah mereka. “Artinya kan sebenarnya pertemuan itu sederhana dan mudah ya tidak sulit lah,” ungkap Chris.

Dengan dinamika yang terjadi, Sarwendah berharap agar semua pihak dapat mengurangi intensitas pemberitaan yang berlebihan demi kenyamanan anak-anak mereka. Pihak Sarwendah mengingatkan bahwa anak-anak adalah korban dari situasi yang sedang berlangsung. “Kami berharap ada titik temu, tidak lagi ribut-ribut karena di mana pun korban dari peristiwa ini bukan lagi para orang tuanya, tetapi anak-anak,” tambah Chris.

Proses mediasi yang sedang berjalan dijadwalkan untuk dilanjutkan pada tanggal 11 mendatang. Chris berharap kedua belah pihak dapat hadir secara langsung dalam pertemuan tersebut, bukan hanya diwakili oleh kuasa hukum. Dengan demikian, diharapkan ada dialog yang konstruktif yang dapat menghasilkan solusi bagi semua pihak, khususnya anak-anak.

Dengan demikian, heboh Sarwendah sambangi Komnas Perempuan, ternyata ini poin tertulis dalam surat permohonan yang berfokus pada upaya konseling dan pengembangan hubungan keluarga yang lebih baik. Keberanian Sarwendah untuk berkonsultasi di Komnas Perempuan menunjukkan langkah positif dalam menghadapi masalah pribadi dan keluarga yang kompleks ini.

Related Post

Tinggalkan komentar