27/06/2026

Amazon dan Microsoft Terancam Aturan Ketat UE Terkait Dominasi Cloud

Penulis

Mayhew Judas Manuia

Amazon dan Microsoft Terancam Aturan Ketat UE Terkait Dominasi Cloud
Amazon dan Microsoft Terancam Aturan Ketat UE Terkait Dominasi Cloud

Hesti.id – 27 Juni 2026 | Amazon dan Microsoft menghadapi aturan DMA UE yang ketat terkait dominasi cloud, di mana kedua raksasa teknologi ini beroperasi sebagai penyedia layanan komputasi awan utama di Eropa. Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure, yang masing-masing menduduki posisi sebagai layanan cloud terbesar dan kedua di Uni Eropa, kini dalam sorotan karena tidak memenuhi kriteria tertentu sebagai penjaga gerbang di bawah Digital Markets Act (DMA).

DMA bertujuan untuk mengatur perusahaan-perusahaan besar di berbagai pasar digital, menetapkan tanggung jawab, dan melarang praktik bisnis yang dianggap tidak adil. Penetapan status sebagai penjaga gerbang ini hanya diberikan kepada platform yang memiliki peranan penting dalam menghubungkan pelaku bisnis dengan konsumen.

Komisi Eropa meluncurkan penyelidikan terhadap AWS dan Azure pada bulan November tahun lalu, mengklaim bahwa keduanya menunjukkan “posisi pasar yang sangat kuat”. Dalam laporan awal yang dirilis pada tanggal 25 Juni, terungkap bahwa Amazon dan Microsoft memang telah mendapatkan status penjaga gerbang di sektor lain, seperti pasar online untuk Amazon dan sistem operasi Windows serta LinkedIn untuk Microsoft.

“Keduanya memiliki omzet dan investasi yang sangat besar, jauh melebihi para pesaing mereka. Dengan basis pengguna yang luas, mereka tampaknya mendapat manfaat dari efek lock-in dan tingginya biaya peralihan,” demikian pernyataan dari Komisi Eropa. Selain itu, AWS dan Azure juga melayani sebagian besar bisnis yang mencari layanan cloud di tengah meningkatnya permintaan untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).

Komisi Eropa menambahkan bahwa kedua perusahaan ini memiliki posisi yang kuat dan berkelanjutan di sektor komputasi awan di UE, mencerminkan ketergantungan yang semakin meningkat pada layanan ini di kalangan konsumen dan bisnis, termasuk administrasi publik. Teresa Ribera, Wakil Presiden Eksekutif UE untuk Transisi yang Bersih, Adil, dan Kompetitif, menekankan pentingnya memastikan pasar yang kompetitif dan berfungsi dengan baik untuk semua penyedia layanan cloud.

“Di Eropa, kita semakin bergantung pada layanan komputasi awan. Ini cukup penting bagi konsumen dan pelaku bisnis, serta lembaga pemerintahan,” ujar Ribera. Ia menambahkan bahwa layanan-layanan ini akan terus meningkat pentingnya di masa mendatang.

Amazon dan Microsoft memiliki pilihan untuk membantah klaim yang diajukan oleh Uni Eropa, dan mereka dapat memberikan tanggapan jika dianggap perlu. Upaya UE dalam mengatur perusahaan-perusahaan besar di dunia teknologi telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, termasuk menyelidiki Apple Ads dan Maps. Namun, laporan terkait Apple tersebut menyimpulkan bahwa layanan tersebut tidak masuk dalam kategori DMA.

Dengan adanya aturan DMA yang ketat, Amazon dan Microsoft dihadapkan pada tantangan baru dalam menjalankan bisnis mereka di Eropa. Sementara itu, masyarakat dan pelaku bisnis di UE berharap agar regulasi ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih adil dan kompetitif dalam industri teknologi.

Dalam konteks ini, penting bagi semua pemangku kepentingan untuk tetap waspada dan mengawasi perkembangan yang terjadi. Keputusan yang diambil oleh Uni Eropa akan berpengaruh besar terhadap masa depan layanan cloud dan dominasi pasar di benua ini.

Related Post

Tinggalkan komentar