Hesti.id – 26 Juni 2026 | Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pastikan inspeksi nuklir Iran akan dilakukan, Teheran pasang syarat: sanksi AS harus dicabut. IAEA bersikukuh untuk melakukan inspeksi di fasilitas nuklir Iran meskipun Teheran menolak memberikan akses sebelum kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat tercapai.
Kepala IAEA, Rafael Grossi, dalam konferensi persnya baru-baru ini menyatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan rincian teknis untuk melakukan inspeksi. “Kami akan segera membahas mekanismenya—tanggal, prosedur, dan tempat,” ujarnya. Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa akses ke fasilitas nuklir Iran baru akan dibahas setelah ada kesepakatan final dan pencabutan sanksi yang dijatuhkan oleh AS.
Gharibabadi menambahkan bahwa Iran tidak akan memberikan akses ke lokasi-lokasi sensitif, terutama yang pernah menjadi sasaran serangan udara oleh AS dan Israel. Serangan tersebut membuat Iran semakin skeptis terhadap inspeksi IAEA, dan mereka menuntut jaminan yang lebih kuat sebelum mempertimbangkan izin bagi inspektur.
Baca juga:
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah setuju untuk mengizinkan inspeksi, meskipun Teheran membantah klaim tersebut. Trump menyatakan bahwa negosiasi antara AS dan Iran berjalan baik dan menekankan pentingnya transparansi dalam program nuklir Iran. “Mereka sudah memberi tahu kami secara internal dan kami yakin 100 persen, akan ada inspeksi,” tegas Trump.
Pernyataan Trump yang optimis tentang persetujuan Iran untuk inspeksi IAEA bertentangan dengan penolakan keras dari pejabat Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa tidak ada pertemuan yang dijadwalkan dengan IAEA dan mengingatkan bahwa negosiasi tentang masalah nuklir akan berlangsung dalam kerangka waktu yang disepakati sebelumnya.
MoU yang ditandatangani pada 18 Juni 2026 menetapkan masa perundingan selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi. Pihak Iran menekankan bahwa isu akses untuk inspeksi akan ditinjau setelah adanya tindakan konkret dari AS untuk mencabut sanksi.
Situasi ini menciptakan ketegangan baru dalam hubungan internasional, terutama mengingat pentingnya program nuklir Iran bagi stabilitas kawasan Timur Tengah. Apakah IAEA pastikan inspeksi nuklir Iran akan dilakukan, Teheran pasang syarat: sanksi AS harus dicabut, kini menjadi pertanyaan besar yang menggantung di tengah proses diplomasi yang rumit ini.
Seiring berjalannya waktu, baik AS maupun Iran harus mencari jalan keluar yang saling menguntungkan agar dapat mencapai kesepakatan damai. Jika kedua belah pihak bisa menurunkan ketegangan, kemungkinan untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas dan berkelanjutan akan semakin terbuka.











