2 Juli 2026

UAR Pusat Serukan Korwil Tingkatkan Siaga Terhadap Gempa dan Tsunami

Penulis

Igone Shayleigh Igone

UAR Pusat Serukan Korwil Tingkatkan Siaga Terhadap Gempa dan Tsunami
UAR Pusat Serukan Korwil Tingkatkan Siaga Terhadap Gempa dan Tsunami

Hesti.id – 02 Juli 2026 | BOGOR, JurnalPost.com – Pengurus Pusat Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) baru-baru ini mengeluarkan imbauan kepada seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) UAR di Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa dan tsunami. Langkah ini diambil setelah meningkatnya aktivitas kegempaan yang terjadi di berbagai negara, serta tingginya kerawanan Indonesia terhadap bencana alam ini.

Dalam surat imbauan yang bernomor 105/09/YAY UAR-PP/VI/2026 dan ditandatangani oleh Ketua Umum UAR, H. Endang Sudrajat, S.T., M.T., serta Sekretaris Muqarrobin Al Ayubi, disebutkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, sejumlah gempa bumi besar telah mengguncang negara-negara seperti Venezuela, Jepang, dan California, Amerika Serikat. Indonesia sendiri baru saja mengalami gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Meskipun terjadi rangkaian gempa di berbagai belahan dunia, Pengurus Pusat UAR menekankan bahwa hal tersebut tidak secara langsung menunjukkan akan terjadinya gempa besar di Indonesia. Menurut para ahli seismologi, fenomena ini adalah kejadian yang tidak saling memicu meskipun berada di jalur tektonik yang sama.

Namun, karena posisi Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik, ancaman gempa bumi tetap harus diwaspadai. “Gempa bumi adalah ancaman nyata yang bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan yang jelas, sehingga kewaspadaan harus selalu ada,” ungkap Pengurus Pusat UAR dalam surat tersebut.

Pengurus UAR meminta agar seluruh pengurus dan anggota Korwil memperkuat kesiapan personel dengan memastikan bahwa semua anggota dapat dihubungi selama 24 jam, serta memperbarui data keanggotaan secara berkala. Sistem komunikasi internal juga harus berfungsi dengan baik. Selain itu, semua peralatan operasi, termasuk USAR, Vertical Rescue, Water Rescue, Medical First Response, kendaraan operasional, dan peralatan dokumentasi harus diperiksa agar selalu dalam kondisi siap pakai.

Korwil juga diinstruksikan untuk menyiapkan logistik darurat dan memperkuat mitigasi di wilayah masing-masing. Ini meliputi pemetaan daerah rawan gempa dan tsunami, penentuan jalur evakuasi, serta titik kumpul. Selain itu, koordinasi dengan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya juga sangat penting. Edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana dan pelaksanaan simulasi evakuasi perlu terus dilakukan.

Dalam surat tersebut, Pengurus Pusat UAR juga mengingatkan seluruh relawan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. “Seluruh anggota diharapkan tidak mempercayai isu atau prediksi gempa yang tidak berasal dari sumber resmi,” tegas mereka.

Para relawan juga diingatkan untuk mengutamakan keselamatan dalam setiap penugasan kemanusiaan. Mereka diminta untuk tetap tenang namun harus meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesiapan personel dan peralatan, serta siap untuk dikerahkan kapan saja jika terjadi keadaan darurat.

Menutup surat tersebut, Pengurus Pusat UAR menegaskan bahwa kesiapsiagaan adalah bagian dari tanggung jawab setiap pejuang kemanusiaan. “Sebagai pejuang kemanusiaan, kesiapsiagaan adalah ikhtiar kita dalam menjaga amanah pelayanan kepada masyarakat,” tutup surat tersebut.

Diharapkan seluruh jajaran UAR di Indonesia dapat melaksanakan imbauan ini dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari ikhtiar ibadah untuk menolong diri sendiri dan orang lain. Setiap relawan diharapkan siap memberikan respon cepat dan profesional ketika bencana terjadi di wilayah manapun.

Related Post

Tinggalkan komentar