1 Juli 2026

Transformasi Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Diapresiasi

Transformasi Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Diapresiasi
Transformasi Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Diapresiasi

Hesti.id – 01 Juli 2026 | Cilacap, INFO_PAS – Dalam kunjungan kerjanya ke kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memberikan apresiasi terhadap transformasi yang telah dilakukan di wilayah tersebut. Nusakambangan kini dikenal sebagai sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan bagi Warga Binaan. Apresiasi ini disampaikan pada hari Sabtu, 20 Juni, yang dihadiri juga oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Selama kunjungan, Titiek meninjau berbagai program unggulan yang sedang berjalan, antara lain Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), pertanian, peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja Konveksi, pengolahan sampah, serta budidaya perikanan, termasuk tambak udang vaname dan sidat. “Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” ujar Titiek.

Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, juga memberikan tanggapan positif terkait masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI. Ia menegaskan bahwa masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan. Agus menjelaskan bahwa jajaran Pemasyarakatan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan idle di seluruh Lapas dan Rutan sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kami mohon evaluasi dan arahan dari Komisi IV, serta akan kami tindak lanjuti termasuk upaya perbaikan dari apa yang sudah kami kerjakan. Kami sudah laporkan bahwa seluruh Lapas dan Rutan memanfaatkan lahan idle untuk membangun program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam,” ungkap Agus.

Saat ini, Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif dan melibatkan ratusan Warga Binaan dalam berbagai sektor usaha. Program-program ini meliputi pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, serta budidaya udang dan sidat. Transformasi ini mencerminkan komitmen Pemasyarakatan untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta mempersiapkan Warga Binaan agar dapat kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Secara keseluruhan, kunjungan Titiek Soeharto ke Nusakambangan menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi di kawasan tersebut bukan hanya sekadar fisik, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya program-program yang inovatif dan produktif, diharapkan Nusakambangan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menyukseskan ketahanan pangan dan rehabilitasi Warga Binaan.

Related Post

Tinggalkan komentar