Hesti.id – 04 Juli 2026 | Dalam era yang semakin dipenuhi dengan teknologi canggih, Menaker Perkembangan AI IoT dan Teknologi Digital Lainnya Akan Terus Mengubah Kebutuhan Dunia Kerja menjadi topik yang semakin relevan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan digitalisasi tidak hanya akan memperluas kesempatan kerja, tetapi juga mengubah keterampilan yang dibutuhkan oleh tenaga kerja di masa depan.
Dalam peluncuran Program XLSMART Future Ready di Jakarta, Yassierli mengungkapkan pentingnya generasi muda untuk terus mengembangkan keterampilan mereka. “Kepada generasi muda, stay relevan dan terus upgrade skill Anda karena dunia kerja masa depan mencari skill, not school,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pendidikan formal saja tidak cukup untuk bersaing di pasar kerja yang berubah dengan cepat.
Menaker juga menekankan bahwa tantangan di bidang ketenagakerjaan ke depan tidak hanya terletak pada menciptakan lebih banyak lapangan kerja, tetapi juga memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia dilengkapi dengan keterampilan masa depan yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Kami mengapresiasi berbagai inisiatif, termasuk yang dilakukan XLSMART, dalam meningkatkan kompetensi generasi muda,” tambahnya.
Baca juga:
Yassierli menegaskan bahwa kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah transformasi dunia kerja. Ia mengungkapkan, “Kami mengapresiasi semua inisiatif yang dibangun berbagai entitas bangsa. Yang terpenting, kita sama-sama peduli dan melakukan aksi nyata untuk meningkatkan kompetensi anak bangsa.”
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, Menaker Perkembangan AI IoT dan Teknologi Digital Lainnya Akan Terus Mengubah Kebutuhan Dunia Kerja menjadi tantangan yang harus dihadapi. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan harus dilakukan secara berkelanjutan. “Semangat kami di Kemnaker adalah no one left behind. Jangan sampai disrupsi AI dan otomatisasi membuat anak bangsa kehilangan kesempatan karena tidak memiliki akses untuk meningkatkan keterampilannya,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) juga menandatangani Kesepahaman Bersama dengan XLSMART. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi pelatihan vokasi melalui Program Future Ready, yang mencakup pemanfaatan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) sebagai lokasi pelatihan.
Program ini juga akan mencakup pengembangan pelatihan berbasis kebutuhan industri, penyelenggaraan pelatihan IoT, sertifikasi kompetensi, serta fasilitasi pemagangan, rekrutmen, dan penempatan kerja bagi peserta pelatihan. Yassierli berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan kesepahaman, tetapi juga dapat terwujud dalam program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, Menaker Perkembangan AI IoT dan Teknologi Digital Lainnya Akan Terus Mengubah Kebutuhan Dunia Kerja adalah sebuah tantangan dan peluang bagi tenaga kerja Indonesia. Inisiatif-inisiatif seperti Program Future Ready diharapkan dapat menjembatani kesenjangan keterampilan yang ada dan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.











