Hesti.id – 04 Juli 2026 | Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) dan Arsari Group baru saja mengumumkan peluncuran sebuah perusahaan baru bernama PT Infra Fiber Teknologi (IFT), sebuah platform infrastruktur fiber digital independen yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas digital di seluruh Indonesia. Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen kedua perusahaan untuk mendukung transformasi digital yang semakin pesat di tanah air.
Dengan hadirnya PT Infra Fiber Teknologi, Indosat dan Arsari Group Luncurkan PT Infra Fiber Teknologi Platform Infrastruktur Fiber Digital Independen menjadi langkah strategis untuk memperluas akses infrastruktur digital berkualitas tinggi yang bersifat terbuka (open-access) di seluruh Indonesia. IFT dirancang untuk mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber yang mencakup berbagai jenis infrastruktur, termasuk jaringan backbone, kabel bawah laut domestik, dan jaringan akses.
Tujuan utama dari IFT adalah mempercepat pemerataan konektivitas yang berkualitas tinggi, terutama di daerah-daerah yang selama ini kurang terlayani. Sebagai platform independen, IFT akan fokus pada pengembangan kemitraan wholesale dengan berbagai operator telekomunikasi, perusahaan besar, serta penyedia layanan digital lainnya.
Baca juga:
Transaksi ini menandai selesainya kerjasama antara Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta yang sebelumnya mengalihkan kepemilikan saham mereka di IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi, sebuah anak perusahaan Arsari Group. Setelah transaksi ini, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta secara kolektif memiliki 49,9% saham di PT Nusantara Fiber Teknologi. Indosat juga berhasil memonetisasi aset fibernya, memperoleh dana sekitar Rp11,7 triliun yang akan digunakan untuk investasi lebih lanjut, termasuk pengembangan layanan digital dan implementasi jaringan 5G.
Vikram Sinha, President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menekankan bahwa tujuan utama dari peluncuran IFT adalah memberdayakan masyarakat melalui teknologi. Dengan infrastruktur fiber kelas dunia yang dikelola secara independen, IFT diharapkan dapat membawa manfaat teknologi, termasuk AI, cloud, dan layanan digital generasi baru kepada masyarakat secara lebih luas.
Meski ekonomi digital Indonesia tumbuh dengan pesat, tantangan dalam pemerataan akses terhadap konektivitas yang berkualitas tinggi tetap ada. Wilayah-wilayah seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur masih menghadapi kesenjangan konektivitas yang dapat membatasi akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi. Dengan komposisi jaringan yang terdiri dari 45 persen di Pulau Jawa dan 55 persen di luar Jawa, IFT berkomitmen untuk menjangkau daerah-daerah yang kurang terlayani.
Hendry Syam, Presiden Direktur PT Infra Fiber Teknologi, mengatakan bahwa mandat IFT jauh lebih besar dari sekadar melayani wilayah yang sudah memiliki konektivitas memadai. IFT ingin memastikan bahwa semua wilayah, terutama yang selama ini terabaikan, dapat menikmati akses terhadap layanan yang tepercaya.
Struktur tata kelola IFT telah dirancang untuk memenuhi standar tertinggi dalam hal independensi dan akuntabilitas. Dengan dukungan pemegang saham yang memiliki keahlian dalam telekomunikasi dan investasi digital, IFT berada dalam posisi yang kuat untuk membangun kemitraan strategis dan menarik investasi institusional jangka panjang.
Prioritas utama IFT mencakup percepatan pembangunan infrastruktur di daerah yang kurang terlayani, pengembangan kemitraan dengan operator telekomunikasi dan penyedia layanan digital, serta membangun kapabilitas operasional yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas tinggi yang siap mendukung perkembangan AI di Indonesia. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan dengan para mitra dan pelanggan, IFT berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan jaringan dan efisiensi biaya.
Dalam hal ini, Citi bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif bagi Indosat, memastikan bahwa semua proses berjalan dengan baik.











