Hesti.id – 04 Juli 2026 | SPMB kota Bandung untuk tahun ajaran 2026/2027 sedang memasuki tahap penting dalam proses penerimaan murid baru. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung telah menyelesaikan tahapan verifikasi dan validasi data calon siswa yang mendaftar. Proses ini merupakan bagian dari upaya untuk menjamin keakuratan dan keadilan dalam seleksi yang berlangsung.
Pada tanggal 3 Juli 2026, Disdik Bandung mengumumkan bahwa hasil seleksi SPMB tahap kedua akan dirilis setelah proses verifikasi dan rapat pleno selesai. Pengumuman ini sangat dinanti oleh orang tua dan calon siswa yang berharap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.
Dalam pengumuman tersebut, Sekretaris Disdik Kota Bandung, Edi Suparjoto, menyatakan bahwa hingga siang hari pada tanggal itu, proses pengolahan data masih berlangsung. Hasil seleksi dijadwalkan akan diumumkan sekitar pukul 20.00 WIB, dan masyarakat diminta untuk bersabar menunggu informasi lebih lanjut.
Baca juga:
Sebelum pengumuman, Disdik melakukan verifikasi terhadap data calon siswa yang mendaftar, termasuk memeriksa keabsahan alamat yang digunakan. Terdapat laporan mengenai dugaan penyalahgunaan alamat, di mana lima kepala keluarga (KK) terbukti menggunakan alamat restoran untuk mendaftar di SPMB. Hal ini menunjukkan pentingnya keakuratan data agar tidak menimbulkan ketidakadilan dalam proses seleksi.
Dalam SPMB kota Bandung, jalur yang dibuka terdiri dari jalur domisili dan mutasi. Untuk jalur domisili, kuota ditetapkan sebesar 80 persen untuk SD dan 40 persen untuk SMP. Sedangkan jalur mutasi hanya diperuntukkan bagi 5 persen dari total kuota dan memerlukan dokumen pendukung yang sesuai. Ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi semua calon siswa, terutama bagi mereka yang tidak lolos di sekolah negeri.
Dari verifikasi yang dilakukan, Disdik mencatat bahwa 20 KK yang diduga bermasalah, hanya lima di antaranya yang benar-benar beralamat di restoran. Untuk KK yang beralamat di tempat karaoke, dipastikan tidak tercatat dalam database kependudukan. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan keadilan bagi semua pendaftar dan mencegah praktik tidak etis dalam penerimaan siswa baru.
Orang tua siswa diharapkan untuk memberikan data yang akurat dan jujur, agar proses seleksi dapat berlangsung dengan baik dan transparan. Disdik juga mengingatkan bahwa jika sampai batas waktu pendaftaran ulang yang ditentukan, kandidat yang diterima tidak mendaftar ulang, maka mereka akan dianggap mengundurkan diri.
Dengan adanya langkah-langkah pencegahan dan verifikasi yang ketat, diharapkan SPMB kota Bandung dapat berlangsung dengan lancar dan menghasilkan siswa-siswa berkualitas yang siap melanjutkan pendidikan mereka. Proses ini tidak hanya penting bagi calon siswa, tetapi juga bagi masyarakat yang menginginkan sistem pendidikan yang adil dan transparan.










