Hesti.id – 07 Juli 2026 | Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, baru-baru ini mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tindakan Israel yang dinilainya sebagai kecanduan perang. Dalam sebuah pernyataan di Istanbul, Erdogan menegaskan bahwa upaya perdamaian di Timur Tengah tidak akan berhasil tanpa dukungan dari negara-negara regional. Tuding Israel kecanduan perang! Erdogan desak awasi Tel Aviv demi perdamaian AS-Iran di Timur Tengah [titlebase] menjadi sorotan utama dalam pidatonya, di mana ia menekankan pentingnya mencegah Israel untuk merusak kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
“Tidak ada solusi yang dapat bertahan lama tanpa partisipasi aktif negara-negara di kawasan ini,” ujar Erdogan saat berbicara bersama Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Ia menambahkan, “Kami memantau dengan saksama upaya pemerintah Israel untuk menghancurkan kesepakatan (AS-Iran). Pemerintah Israel yang kecanduan perang saat ini tidak boleh dibiarkan menenggelamkan wilayah kami dalam bau mesiu dan darah lagi.” Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang semakin meningkat antara Israel dan negara-negara tetangga, terutama setelah serangkaian serangan yang dilakukan oleh Israel di Gaza, Lebanon, dan Suriah.
Delegasi dari AS dan Iran telah berkumpul di Qatar dalam beberapa pekan terakhir untuk melakukan pembicaraan tidak langsung, berusaha untuk memajukan negosiasi yang terhambat akibat peristiwa baku tembak terbaru. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengungkapkan bahwa Teheran berencana untuk membangun saluran komunikasi dengan Washington untuk melaporkan pelanggaran terhadap nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati. Nota tersebut mencakup berbagai poin penting, termasuk gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pembahasan mengenai program nuklir Iran.
Baca juga:
Di sisi lain, Turkiye juga tengah melanjutkan proyek ambisiusnya di Somalia, yang dalam 15 tahun terakhir telah berinvestasi secara signifikan di sana. Erdogan mengungkapkan bahwa Turkiye sedang membangun fasilitas peluncuran satelit yang juga akan berfungsi sebagai lokasi uji coba rudal balistik jarak jauh. Pembangunan fasilitas ini, yang berlokasi di pinggiran kota Warsheikh, diperkirakan akan meningkatkan ketegangan di kawasan, terutama bagi Israel yang merasa terancam dengan perkembangan ini.
Laporan dari surat kabar Perancis, Le Monde, menyebutkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi Turkiye untuk menjadikan Somalia sebagai basis operasi maju. Dengan dukungan politik, militer, dan ekonomi yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade, proyek ini dianggap sebagai puncak dari investasi yang dilakukan oleh Erdogan di Somalia.
Tuding Israel kecanduan perang! Erdogan desak awasi Tel Aviv demi perdamaian AS-Iran di Timur Tengah [titlebase] menjadi semakin relevan dalam konteks ini, mengingat langkah-langkah agresif yang diambil oleh Israel di kawasan tersebut. Erdogan berulang kali mengutuk tindakan Israel dan menyerukan perlunya kolaborasi antarnegara untuk mencegah kekacauan lebih lanjut.
Dengan situasi yang semakin memburuk, banyak pengamat internasional yang mempertanyakan apakah kesepakatan AS-Iran dapat bertahan jika Israel terus menunjukkan agresivitasnya. Erdogan, dalam upayanya untuk menjaga stabilitas di Timur Tengah, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk lebih proaktif dalam mengawasi tindakan Israel dan mendukung upaya perdamaian yang telah dibangun.











