Hesti.id – 07 Juli 2026 | Pada hari Senin (6/7), ribuan warga Iran memenuhi jalan-jalan di Teheran untuk mengiringi prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Momen ini tidak hanya menjadi ajang berkabung, tetapi juga mengekspresikan kemarahan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Khamenei. Prosesi ini memicu reaksi keras, dengan banyak peserta yang menyerukan balas dendam, mengungkapkan pesan yang seolah-olah ditujukan langsung kepada Donald Trump.
Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada akhir Februari lalu, dikenang sebagai sosok yang telah memimpin Iran sejak 1989. Prosesi pemakamannya dimulai sekitar pukul 06.00 waktu setempat dan dihadiri oleh pejabat tinggi negara serta jutaan pelayat. Mereka berbaris sepanjang lebih dari 10 kilometer, dari Jalan Damavand hingga Alun-Alun Azadi, membawa foto-foto Khamenei dan mengibarkan bendera nasional Iran.
Suasana di sekitar prosesi sangat emosional, dengan banyak yang menangis dan meneriakkan slogan-slogan anti-AS. Slogan yang paling sering terdengar adalah seruan untuk membalas dendam atas kematian pemimpin mereka. “Kami ingin kepala Trump!” teriak sebagian dari mereka, menandakan besarnya kemarahan terhadap mantan presiden AS tersebut.
Baca juga:
Peserta prosesi membawa poster bergambar Trump dan Netanyahu dengan tanda bidik merah, serta spanduk dengan tulisan ancaman, “Cepat atau lambat, kepala kalian akan berguguran.” Di depan kendaraan yang membawa peti jenazah, terlihat spanduk besar bertuliskan “Kill Trump – $100 Million Iranian Bounty,” yang menunjukkan betapa seriusnya tuntutan pembalasan ini.
Simbolisme dalam prosesi pemakaman ini juga sangat kuat, dengan pemerintah Iran berusaha memperkuat legitimasi mereka melalui narasi bahwa Khamenei gugur sebagai seorang syahid. Slogan-slogan seperti “Kita Harus Bangkit” dan “Bangkitlah karena Allah” membanjiri jalan, menunjukkan semangat perjuangan yang dimiliki oleh rakyat Iran. Acara ini tidak hanya menjadi momen berkabung, tetapi juga sarana untuk memperkuat solidaritas dan identitas nasional di tengah tekanan internasional.
Dalam konteks yang lebih luas, pemakaman Khamenei memberikan sinyal politik yang jelas kepada dunia luar, terutama kepada musuh-musuh Iran. Delegasi asing yang hadir juga disambut dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang dipilih secara spesifik untuk menyampaikan pesan tertentu. Ini adalah strategi yang cermat dari pemerintah Iran untuk menunjukkan kepada sekutu dan musuh bahwa mereka tetap bersatu dan berkomitmen untuk membalas setiap serangan.
Prosesi ini berakhir sekitar pukul 17.00 waktu setempat, tetapi dampaknya akan terasa lama. Warga Iran tidak hanya datang untuk mengenang Khamenei, tetapi juga untuk menunjukkan ketahanan mereka sebagai bangsa yang telah berjuang melawan kekuatan besar dunia. Seperti yang dinyatakan oleh seorang pelayat, “Kami adalah rudal sejati Iran,” menunjukkan bahwa meski dalam kesedihan, semangat perlawanan tetap menyala.











