Hesti.id – 09 Juli 2026 | Seorang tenaga kerja wanita (TKW) bernama Ngatiatul Kholafiyah (48) asal Bojonegoro, mengambil tindakan ekstrem dengan merobohkan rumahnya sendiri. Peristiwa ini terjadi pada Senin (6/7) di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, dan diduga dipicu oleh kekecewaan mendalam akibat suaminya yang berinisial PR diduga menjalin hubungan dengan wanita lain.
Ngatiatul, yang telah bekerja sebagai TKW di Hong Kong, selama bertahun-tahun mengumpulkan uang untuk membangun rumah impiannya. Namun, saat kembali ke Indonesia, ia terkejut mendapati suaminya diduga berselingkuh. “Saya tidak bisa menerima kenyataan ini. Semua usaha dan pengorbanan saya sia-sia,” ungkap Ngatiatul di lokasi kejadian.
Warga setempat, Fajrul, menyaksikan langsung pembongkaran rumah tersebut. “Gara-gara suaminya diduga selingkuh, rumah akhirnya dirobohkan,” ujarnya. Aksi nekat ini pun menjadi tontonan warga sekitar, dengan sebuah ekskavator yang digunakan untuk meratakan bangunan berukuran sekitar 9×11 meter tersebut. Proses pembongkaran dimulai sekitar pukul 12.00 WIB, setelah warga dan pekerja mengeluarkan perabot dari dalam rumah.
Baca juga:
Menurut Kapolsek Kedungadem, AKP Matsuiswanto, pihaknya telah melakukan mediasi antara Ngatiatul dan suaminya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan keduanya akhirnya sepakat untuk merobohkan rumah mereka. “Ini adalah kesepakatan bersama yang diambil oleh pasangan suami istri tersebut. Mereka menikah pada tahun 2019 dan selama itu Ngatiatul bekerja keras di luar negeri,” jelas Matsuiswanto.
Setelah merobohkan rumah, Ngatiatul mengaku merasa lega meski harus kehilangan rumah yang dibangunnya dengan jerih payah. Dia berharap bisa memulai hidup baru tanpa bayang-bayang suaminya. “Saya ingin melanjutkan hidup saya. Ini adalah langkah awal untuk melepaskan diri dari semua beban ini,” tambahnya.
Kisah Ngatiatul ini mengungkapkan realitas pahit yang dialami banyak TKW yang bekerja keras di luar negeri untuk keluarga mereka, namun harus menghadapi kenyataan yang menyakitkan ketika kembali. Peristiwa ini juga menggugah perhatian banyak pihak di media sosial, di mana video pembongkaran rumah tersebut menjadi viral dan memicu banyak komentar dari netizen.
Tekanan emosional yang dialami Ngatiatul dan keputusan untuk merobohkan rumahnya adalah gambaran betapa kompleksnya hubungan rumah tangga, terutama ketika ada faktor eksternal yang mempengaruhi. Dalam banyak kasus, komitmen dan kepercayaan menjadi sangat penting bagi pasangan, terutama ketika salah satu pihak berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Keputusan Ngatiatul untuk merobohkan rumahnya bisa dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap pengkhianatan yang diterimanya. Ia berharap tindakan ini dapat menjadi inspirasi bagi wanita lain yang berada dalam situasi serupa untuk berani mengambil langkah untuk memperbaiki hidup mereka.











