9 Juli 2026

Kisah Pilu Bocah Disabilitas di Sukabumi Kecanduan Bensin

Penulis

Mariabella La Fierza

Kisah Pilu Bocah Disabilitas di Sukabumi Kecanduan Bensin
Kisah Pilu Bocah Disabilitas di Sukabumi Kecanduan Bensin

Hesti.id – 09 Juli 2026 | Di tengah keterbatasan yang menyedihkan, derita bocah disabilitas yatim piatu di Sukabumi, kecanduan hirup bensin di tengah keterbatasan telah menarik perhatian publik. Bocah berinisial H, yang baru berusia 11 tahun, diketahui mengalami kecanduan parah terhadap aroma bensin, sebuah kebiasaan berbahaya yang muncul sebagai respon terhadap trauma dan kehilangan orang tua yang sangat berpengaruh pada kehidupannya.

Kehidupan H tidaklah mudah. Sejak kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, H hidup bersama kakak perempuannya yang juga merawat anak balita. Namun, kondisi ini membuat H sering kali terabaikan, sehingga ia sering berkeliaran di jalanan. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, H terlihat berusaha membuka jok sepeda motor untuk menghirup bensin, menunjukkan betapa ekstremnya kecanduannya.

Pihak berwenang dan masyarakat sekitar kini berupaya memberikan perhatian lebih kepada H. Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Sukabumi telah memberikan layanan psikologis secara berkala. “Kami sudah dua kali memberikan pendampingan kepada H,” ujar Kepala UPTD PPA, Hendra. Meskipun langkah-langkah awal telah dilakukan, penanganan lebih lanjut masih sangat dibutuhkan untuk membantu H lepas dari kebiasaan berbahaya ini.

Psikolog dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dikdik Hardy, menjelaskan bahwa perilaku H menghirup bensin bisa jadi merupakan cara mencari kenyamanan. “Secara biologis, kebiasaan ini dapat memicu hormon dopamin yang memberikan efek menenangkan. Namun, jika kebiasaan ini terus berlanjut hingga usia sekolah, bisa menjadi tanda adanya masalah psikologis yang lebih serius,” jelasnya.

Hasil wawancara dengan warga sekitar menunjukkan bahwa kebiasaan H sudah berlangsung cukup lama. Putri Rahma, seorang warga yang mengunggah video H, berharap agar tindakan dari pihak berwenang bisa lebih konkret. “Sebenarnya ini anak sudah lama seperti ini, jadi orang sekitar pun sudah enggak aneh. Saya ingin orang lihat gimana nyandunya dia. Jujur sedih,” ungkap Putri.

Dalam konteks yang lebih luas, derita bocah disabilitas yatim piatu di Sukabumi, kecanduan hirup bensin di tengah keterbatasan menggambarkan tantangan serius yang dihadapi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Keberadaan mereka sering kali terabaikan, dan banyak yang tidak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan. KPAI dan UPTD PPA berkomitmen untuk terus berupaya memberikan penanganan yang layak bagi H dan anak-anak lainnya yang berada dalam situasi serupa.

Rehabilitasi yang tepat dan perhatian dari masyarakat sangat penting untuk membantu H sembuh dari kecanduannya. Diharapkan, cerita ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kepedulian terhadap anak-anak yang memerlukan dukungan, terutama mereka yang mengalami kesulitan dan keterbatasan. Upaya kolektif dari pemerintah, masyarakat, dan organisasi terkait diperlukan untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak seperti H.

Related Post

Tinggalkan komentar