Hesti.id – 03 Juli 2026 | PT Telkom Akses, sebagai bagian dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) digital di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meresmikan Laboratorium Fiber Optik (FO) SMK 3T di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara pada hari Jumat, 26 Juni. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, terhubung dengan SMKN 1 Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan SMKN 1 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM digital di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Program tersebut diimplementasikan melalui Perjanjian Kerja Sama antara Telkom Akses dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, serta Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Direktur Human Capital & Information Technology Telkom Akses, Nizar, menyatakan bahwa dunia industri memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang dapat menghasilkan talenta sesuai dengan kebutuhan industri. “Transformasi digital Indonesia tidak akan optimal jika peningkatan kualitas SDM hanya terpusat di kota-kota besar. Dunia industri harus membantu memperluas akses pendidikan dan kompetensi, terutama di wilayah 3T yang masih menghadapi berbagai tantangan,” ungkap Nizar.
Baca juga:
Program CSR Fiber Academy Telkom Akses ini mencakup anggaran bantuan pendidikan lebih dari Rp100 juta yang akan berlangsung selama enam bulan, dengan tiga sekolah penerima manfaat ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan. Sekolah-sekolah tersebut adalah SMKN 1 Tuhemberua, SMKN 1 Kabupaten Kupang, dan SMKN 1 Kabupaten Sorong.
Para guru dari sekolah-sekolah tersebut akan menjalani pelatihan intensif selama lima hari. Materi yang diajarkan meliputi konsep dasar fiber optik, instalasi perangkat Integrated Optical Distribution Network (IODN), instalasi jaringan akses, dan teknik penyambungan serta pengukuran jaringan serat optik. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi Level Basic atau KKNI Level 3, yang dapat digunakan untuk mentransfer pengetahuan kepada siswa mereka.
Selain pelatihan, Telkom Akses juga membangun laboratorium praktik Fiber Optik yang dilengkapi dengan perangkat simulasi seperti Joint Closure, Optical Distribution Point (ODP), serta tiang beserta aksesorisnya. Laboratorium ini dirancang oleh Fiber Academy Telkom Akses dan dibangun berkat kolaborasi berbagai unit perusahaan.
Nizar berharap dengan adanya program CSR Fiber Academy ini, semakin banyak talenta di seluruh Indonesia yang dapat berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi industri digital nasional. “Dengan kolaborasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta sekolah vokasi, industri dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar melalui fasilitas praktik yang memadai, peningkatan kompetensi guru, dan program sertifikasi. Ini akan membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta di berbagai daerah untuk berkembang dan berkontribusi dalam kemajuan industri digital nasional,” tutupnya.
Diperkirakan, program ini akan memberikan manfaat bagi lebih dari 1.400 siswa di tiga SMK yang terlibat. Selain mendapatkan fasilitas pembelajaran yang lebih baik, siswa juga akan memiliki kesempatan untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di STO Telkom terdekat selama maksimal enam bulan. Dengan adanya fasilitas laboratorium yang sudah diresmikan, diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran berkelanjutan bagi para guru dan siswa di masa depan.











