Hesti.id – 21 Juni 2026 | Storytelling Jadi Daya Tarik Literasi di Bunga Desa merupakan salah satu upaya menarik yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong untuk meningkatkan minat baca masyarakat sejak dini. Melalui kegiatan Bupati Begana di Desa (Bunga Desa), Dispersip menghadirkan layanan perpustakaan keliling dan kegiatan storytelling yang menarik perhatian anak-anak dan masyarakat.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026, di Desa Padangin, Kecamatan Muara Harus. Dengan menyediakan beragam bahan bacaan dan kegiatan storytelling, Dispersip berharap dapat menanamkan minat baca dan memperkenalkan literasi kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
Puluhan siswa SDN Padangin terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Sejak pagi hari, mereka memadati stan perpustakaan keliling untuk membaca buku dan mendengarkan cerita yang disampaikan oleh pustakawan. Kegiatan storytelling menjadi salah satu metode untuk menanamkan minat baca dan memperkenalkan literasi kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
Baca juga:
“Kami dari pagi stand by di sini. Sekitar jam 8 pagi kami sudah berada di lokasi di Desa Padangin, dan masyarakat serta pelajar dari SDN Padangin sangat antusias. Mereka mengunjungi perpustakaan keliling kita, dan kita berkumpul di sini, diceritakan dan mendongeng bersama oleh pustakawan. Harapan selanjutnya, kami Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong sangat mendukung tujuh program kegiatan bupati dan wakil bupati, dan ke depannya kami akan meningkatkan lagi kegiatan kita ke desa-desa untuk membagi literasi sejak dini kepada seluruh masyarakat desa,” ujar Muhammad Syamsari, Pustakawan Dispersip Tabalong.
Syamsari menambahkan, kegiatan storytelling menjadi salah satu inovasi Dispersip Tabalong dalam mendekatkan dunia literasi kepada anak-anak. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak diajak untuk mengenal buku serta menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini. Dengan demikian, Storytelling Jadi Daya Tarik Literasi di Bunga Desa diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat dan memperkenalkan literasi kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
Storytelling Jadi Daya Tarik Literasi di Bunga Desa merupakan contoh nyata upaya meningkatkan minat baca masyarakat sejak dini. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat menanamkan minat baca dan memperkenalkan literasi kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Oleh karena itu, Storytelling Jadi Daya Tarik Literasi di Bunga Desa perlu dilakukan secara terus-menerus dan ditingkatkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Kesimpulan dari kegiatan Storytelling Jadi Daya Tarik Literasi di Bunga Desa adalah bahwa kegiatan ini sangat efektif dalam meningkatkan minat baca masyarakat sejak dini. Dengan menyediakan beragam bahan bacaan dan kegiatan storytelling, Dispersip dapat menanamkan minat baca dan memperkenalkan literasi kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Oleh karena itu, Storytelling Jadi Daya Tarik Literasi di Bunga Desa perlu dilakukan secara terus-menerus dan ditingkatkan untuk mencapai tujuan tersebut.











