Hesti.id – 21 Juni 2026 | Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika terus diperkuat dengan menyentuh komunitas-komunitas yang rentan. Salah satu contoh nyata adalah kegiatan Edukasi Bahaya Narkoba ke Paguyuban Kesenian Kuda Lumping yang digelar di Kota Banjarbaru. Kegiatan ini merupakan bagian dari program intervensi berbasis masyarakat yang diinisiasi oleh BNN Kota Banjarbaru bersama dengan Kelurahan Syamsudin Noor.
Acara Edukasi Bahaya Narkoba ke Paguyuban Kesenian Kuda Lumping ini dihadiri oleh puluhan anak-anak dan remaja yang merupakan anggota Paguyuban Kesenian Kuda Lumping Turonggo Pratiwi Putro. Mereka mendapatkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan, serta bagaimana mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan narkotika. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Lurah Syamsudin Noor, Fitria Khairani, tim BNN Kota Banjarbaru, agen pemulihan IBM, dan pengurus paguyuban.
Pemilihan paguyuban seni budaya sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Sebagian besar anggota paguyuban merupakan anak-anak dan remaja yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Oleh karena itu, Edukasi Bahaya Narkoba ke Paguyuban Kesenian Kuda Lumping ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang cukup kepada mereka tentang bahaya narkoba dan bagaimana cara mencegahnya.
Baca juga:
Program IBM (Intervensi Berbasis Masyarakat) yang digelar oleh BNN Kota Banjarbaru ini dirancang dengan pendekatan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Kehadiran agen pemulihan di tingkat kelurahan diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh pendampingan rehabilitasi, meningkatkan deteksi dini, sekaligus mengurangi stigma terhadap korban penyalahgunaan narkoba.
Sosialisasi Edukasi Bahaya Narkoba ke Paguyuban Kesenian Kuda Lumping ini sengaja menyasar komunitas seni budaya karena paguyuban menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus tempat berkumpulnya anak-anak dan remaja. Dengan demikian, diharapkan mereka mampu mencegah dan menghindari penyalahgunaan narkoba dalam lingkungan pergaulan sehari-hari.
Ketua RT 21 RW 05, Erwin Solihan, yang juga merupakan Agen Pemulihan BNN Kota Banjarbaru, menyatakan bahwa antusiasme peserta menunjukkan pentingnya edukasi pencegahan narkoba dilakukan sejak usia dini. Ia berharap paguyuban ini menjadi tempat yang membentuk anak-anak menjadi pribadi yang tangguh, mencintai seni budaya, dan saling menjaga lingkungan dari penyalahgunaan narkoba.
Di akhir acara, Ketua Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro, Marsidi, mengapresiasi dipilihnya paguyuban yang dipimpinnya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi. Ia berharap dengan pendampingan langsung dari tim BNN Kota Banjarbaru, anak-anak dan remaja dapat memahami bahaya narkotika, memiliki keberanian menjauhinya, tetap mencintai seni dan budaya, serta menjadikan paguyuban ini sebagai rumah yang aman bagi tumbuhnya generasi sehat, berkarakter, dan bebas dari narkoba.
Dengan kegiatan Edukasi Bahaya Narkoba ke Paguyuban Kesenian Kuda Lumping ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan bahaya narkoba dan bagaimana cara mencegahnya. Tujuan utama dari program ini adalah mewujudkan Kelurahan Syamsudin Noor sebagai Kelurahan Bersinar atau Bersih dari Narkoba, sehingga generasi muda dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat dan berkarakter.











