Hesti.id – 18 Juni 2026 | Sosok Rafif, Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus yang tolak makan bergizi gratis demi guru honorer, telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Rafif, seorang siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus, Jawa Tengah, telah menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam suratnya, Rafif menyatakan penolakan terhadap program MBG bagi dirinya sendiri dan meminta agar jatah MBG yang diterimanya dialihkan kepada guru honorer.
Rafif merupakan pelajar yang peduli dengan kesejahteraan guru honorer yang masih menerima penghasilan minim. Ia menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih kepada guru honorer yang masih menerima penghasilan rendah. Sosok Rafif, Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus yang tolak makan bergizi gratis demi guru honorer, telah menunjukkan kesadaran sosial yang tinggi dan kepedulian terhadap nasib guru honorer.
Menurut Rafif, penolakannya terhadap MBG dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap kesejahteraan guru honorer yang dinilainya masih rendah. Ia mengaku tetap konsisten dengan sikap yang telah disampaikan dalam surat tersebut dan tidak pernah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) sejak program tersebut mulai dijalankan. Sosok Rafif, Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus yang tolak makan bergizi gratis demi guru honorer, telah menjadi contoh bagi siswa lainnya untuk peduli dengan kesejahteraan guru honorer.
Baca juga:
Rafif telah menjadi saksi dalam sidang gugatan program MBG di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam kesempatan tersebut, Rafif mengungkapkan harapannya agar anggaran program MBG tidak mengurangi alokasi pendidikan. Sosok Rafif, Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus yang tolak makan bergizi gratis demi guru honorer, telah menunjukkan keberanian dan kesadaran sosial yang tinggi dalam memperjuangkan hak-hak guru honorer.
Di tengah perdebatan tentang program MBG, Sosok Rafif, Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus yang tolak makan bergizi gratis demi guru honorer, telah menjadi simbol bagi perjuangan hak-hak guru honorer. Ia telah menunjukkan bahwa masih ada siswa yang peduli dengan kesejahteraan guru honorer dan bersedia memperjuangkan hak-hak mereka. Sosok Rafif, Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus yang tolak makan bergizi gratis demi guru honorer, telah menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk peduli dengan kesejahteraan guru honorer.
Kesimpulan dari kisah Sosok Rafif, Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus yang tolak makan bergizi gratis demi guru honorer, adalah bahwa masih ada siswa yang peduli dengan kesejahteraan guru honorer dan bersedia memperjuangkan hak-hak mereka. Ia telah menunjukkan kesadaran sosial yang tinggi dan keberanian dalam memperjuangkan hak-hak guru honorer. Sosok Rafif, Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus yang tolak makan bergizi gratis demi guru honorer, telah menjadi contoh bagi siswa lainnya untuk peduli dengan kesejahteraan guru honorer.











