Hesti.id – 21 Juni 2026 | Sakralitas Tari Topeng Banjar dan Garapan Baru di Luar Pakem Klasik merupakan salah satu topik yang hangat dibicarakan di kalangan pecinta budaya lokal. Tari Topeng Banjar, yang merupakan salah satu warisan budaya klasik dari Kalimantan Selatan, khususnya di wilayah Barikin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, memiliki sifat yang sakral dan terbatas hanya pada lingkungan tertentu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan dan regenerasi kesenian tradisional tersebut di masa mendatang.
Kekhawatiran tersebut mendorong seniman tari Kalsel, Lupi Anderiani, untuk menciptakan karya baru berupa Tari Topeng Srikandi. Karya tersebut dikembangkan di luar pakem klasik Topeng Panji yang selama ini disakralkan masyarakat Banua, dengan mengadaptasi tokoh Srikandi dari kisah Mahabharata. Dengan demikian, Lupi berharap dapat melestarikan budaya lokal dan mengembangkan kesenian tradisional tersebut di masa mendatang.
Akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Setia Budhi, menilai pelestarian Topeng Banjar memerlukan keterlibatan aktif kalangan akademisi melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penerbitan literatur ilmiah. Dengan demikian, Topeng Banjar dapat dipelajari sebagai ilmu pengetahuan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Baca juga:
Sakralitas Tari Topeng Banjar dan Garapan Baru di Luar Pakem Klasik merupakan upaya pelestarian budaya lokal yang sangat penting. Dengan mengembangkan karya baru dan melakukan penelitian, kita dapat melestarikan budaya lokal dan mengembangkan kesenian tradisional tersebut di masa mendatang. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengenalan yang lebih luas kepada masyarakat dan melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai Topeng Banjar.
Dalam proses penciptaan Tari Topeng Srikandi, Lupi menggunakan tokoh Srikandi dalam Wayang Kulit Banjar sebagai referensi utama dalam merancang bentuk wajah topeng. Meskipun demikian, dia menilai karya tersebut masih dalam tahap penyempurnaan dan tetap terbuka terhadap berbagai masukan dari para dalang maupun pelaku seni lainnya.
Keberadaan Tari Topeng Srikandi diharapkan dapat membantu melestarikan budaya lokal dan mengembangkan kesenian tradisional tersebut di masa mendatang. Dengan demikian, Sakralitas Tari Topeng Banjar dan Garapan Baru di Luar Pakem Klasik dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang tanpa mengurangi nilai kesakralan Topeng Panji yang tetap dijaga oleh masyarakat adat.
Untuk mempertahankan keberlangsungan Topeng Banjar, perlu dilakukan upaya pelestarian yang lebih serius dan terstruktur. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan karya baru, melakukan penelitian, dan mengenalkan kesenian tradisional tersebut kepada masyarakat luas. Dengan demikian, Sakralitas Tari Topeng Banjar dan Garapan Baru di Luar Pakem Klasik dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.











