2 Juli 2026

Prabowo Dorong Penguasaan AI untuk Lawan Kejahatan Digital

Penulis

Babette Babette Leanne

Prabowo Dorong Penguasaan AI untuk Lawan Kejahatan Digital
Prabowo Dorong Penguasaan AI untuk Lawan Kejahatan Digital

Hesti.id – 02 Juli 2026 | Jakarta, Teknologi.id – Dalam upaya memperkuat penanggulangan kejahatan modern, Presiden Prabowo Subianto minta polisi kuasai AI singgung ancaman judi online hingga kejahatan siber. Permintaan ini disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Pusat Latihan Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu (1/7/2026).

Dalam amanatnya, Prabowo menekankan bahwa penguasaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci untuk menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang semakin kompleks. “Aparat penegak hukum harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kejahatan di era digital ini memerlukan pendekatan yang lebih canggih daripada metode konvensional yang selama ini digunakan.

Prabowo menyatakan, “Kejahatan masa kini dan masa depan hanya dapat diatasi oleh orang-orang yang cerdas, andal, dan selalu berusaha untuk meningkatkan profesionalisme mereka.” Dengan demikian, penguasaan AI diharapkan dapat membantu aparat kepolisian dalam mengantisipasi dan menangani berbagai ancaman keamanan.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menggarisbawahi bahwa judi online dan kejahatan siber merupakan ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Ia menunjukkan keprihatinan terhadap dampak negatif dari judi online yang tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak pada perekonomian negara. “Praktik judi online ini harus diberantas dengan serius,” tegasnya.

Selain judi online, Presiden juga menyoroti berbagai bentuk kejahatan lainnya, termasuk perdagangan orang, terorisme, penyelundupan, dan korupsi. Menurutnya, semua bentuk kejahatan ini membutuhkan perhatian serius dan sinergi antar lembaga untuk diatasi.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan enam pesan utama kepada jajaran Polri:

  1. Menjaga kepercayaan masyarakat: Integritas dan profesionalisme dalam tugas kepolisian sangat penting untuk membangun kepercayaan publik.
  2. Selalu hadir melayani masyarakat: Polri harus menjadi pelindung dan pengayom bagi masyarakat, mengingat sumber daya mereka berasal dari rakyat.
  3. Menegakkan hukum secara adil: Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu, selalu mendukung kebenaran.
  4. Menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan AI: Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menghadapi kejahatan digital.
  5. Memperkuat sinergi antar lembaga: Kerja sama dengan TNI, pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat sangat penting.
  6. Terus berbenah dan terbuka terhadap kritik: Polri perlu melakukan perbaikan dan tidak bersikap sombong.

Prabowo juga menekankan bahwa transformasi digital adalah fokus utama dalam penguatan institusi kepolisian. Penguasaan AI diharapkan tidak hanya membantu mengungkap kejahatan siber, tetapi juga meningkatkan kemampuan analisis data dan investigasi digital.

Dengan meningkatnya ancaman seperti judi online, penipuan digital, dan serangan siber, kemampuan aparat yang memahami teknologi menjadi semakin penting. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan masyarakat di era digital yang semakin maju.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Prabowo juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap perkembangan AI, karena teknologi tersebut terus berkembang dan mulai mengambil alih banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu, aparat penegak hukum perlu memiliki keterampilan yang sesuai agar Indonesia tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan global.

Related Post

Tinggalkan komentar