Hesti.id – 11 Juli 2026 | Kenapa 5 klub legendaris ini ikut Piala Presiden 2026? [titlebase] Pertanyaan itu menjadi sorotan utama menjelang turnamen pramusim bergengsi yang akan digelar pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 di Bandung dan Surabaya. Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menegaskan bahwa kehadiran kelima klub bersejarah Indonesia bukan sekadar nostalgia, melainkan strategi penting untuk mengangkat kualitas kompetisi dan memberi panggung bagi para legenda sepak bola tanah air.
Piala Presiden 2026 menampilkan delapan tim, terbagi dalam dua grup. Grup A di Bandung mempertemukan Persib, Arema FC, DPMM FC (Brunei) dan Tampines Rovers (Singapura). Sementara Grup B di Surabaya menampilkan Persebaya, Persija, PSMS Medan, serta juara bertahan Port FC dari Thailand. Penambahan tiga klub Asia Tenggara memperluas jangkauan turnamen, menjadikannya ajang persiapan internasional bagi klub-klub Indonesia.
Kelima klub legendaris – Persib, Persija, PSMS, Persebaya, dan Arema – dipilih karena rekam jejaknya yang kaya akan trofi dan basis suporter yang masif. Erick Thohir menjelaskan, “Kami mengundang klub‑klub yang selama ini membangun sejarah sepak bola Indonesia, agar mereka dapat mengukur kekuatan melawan tim‑tim papan atas Asia Tenggara.” Selain menambah nilai komersial, kehadiran klub‑klub ini memberi kesempatan bagi para pemain muda untuk bersaing di level yang lebih tinggi sebelum memulai Liga Super 2026‑2027.
Baca juga:
Turnamen ini juga menjadi contoh improvisasi penyelenggaraan pasca Piala Dunia 2026. Oxford United, yang sempat menjadi bintang pada edisi 2025, tidak lagi diundang. Erick Thohir mengungkapkan bahwa keputusan itu diambil untuk menjaga variasi dan menghindari kelelahan penonton setelah euforia Piala Dunia. Sebagai gantinya, dua klub ASEAN – Tampines Rovers dan DPMM FC – menggantikan peran Oxford United, menambah warna kompetisi regional.
Fenomena fan engagement yang terjadi di klub Eropa, seperti kampanye “Football for the people” di TSV 1860 München, menginspirasi beberapa klub Indonesia untuk lebih melibatkan suporter. Di Munich, lebih dari 4.000 pendukung mengumpulkan lebih dari 280.000 euro dalam empat hari untuk menjadi sponsor seragam. Ide serupa muncul di Indonesia, di mana klub‑klub legendaris berupaya meningkatkan interaksi dengan basis pendukungnya melalui merchandise khusus dan program loyalitas, memperkuat alasan mengapa mereka layak menjadi bagian dari Piala Presiden 2026.
Arema FC, salah satu klub yang termasuk dalam lima legendaris, mengungkap persiapan intensif menjelang turnamen. General Manager Yusrinal Fitriandi menyatakan bahwa seluruh skuad akan berangkat ke Bandung pada 24 Juli untuk menguji taktik, membangun chemistry, dan menilai performa individu. “Setiap pertandingan di Piala Presiden menjadi ajang evaluasi penting bagi kami,” ujar Yusrinal.
Peningkatan hadiah utama menjadi Rp6 miliar untuk juara menambah insentif kompetitif. Menurut Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee, kenaikan ini merupakan upaya untuk menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai turnamen paling menggiurkan dalam sejarahnya, sekaligus menarik sponsor dan media internasional.
Secara keseluruhan, Kenapa 5 klub legendaris ini ikut Piala Presiden 2026? [titlebase] Jawabannya terletak pada kombinasi faktor historis, komersial, dan strategis. Klub‑klub tersebut membawa warisan, fanbase yang loyal, dan kesiapan kompetitif yang dapat mengangkat standar sepak bola Indonesia. Dengan dukungan PSSI, sponsor, dan antusiasme suporter, turnamen ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi perkembangan sepak bola nasional di kancah regional.











