Hesti.id – 11 Juli 2026 | Mobil Maung kecelakaan di tol dalam kota, tiang sampai ambruk [titlebase] menimbulkan kehebohan di kalangan publik. Pada pagi hari Kamis (9 Juli 2026), kendaraan taktis ringan Pindad Maung yang dipakai TNI menabrak separator dan tiang rambu di offramp KM 9.800 Jalur A, membuat tiang menumpul dan menutup sebagian jalur tol.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Kendaraan dinas TNI, bernomor polisi 334‑02, melaju dari arah timur menuju barat. Saat menembus area exit Palmerah, pengemudi, seorang anggota TNI berinisial TBS, tiba‑tiba kehilangan kendali. Sebagian besar penyelidikan mengarah pada kondisi micro‑sleep, di mana pengemudi mengalami kantuk singkat namun cukup parah untuk mengakibatkan kendaraan melenceng.
Rantis Maung yang terlibat merupakan varian Maung Jelajah dengan atap soft‑top. Kendaraan ini dirancang untuk menampung empat personel, dilengkapi sistem suspensi yang menyesuaikan medan, dan dilengkapi perlindungan ringan namun efektif. Berikut spesifikasi ringkas Maung Jelajah:
Baca juga:
- Kecepatan maksimum: 110 km/jam
- Jarak tempuh: 350 km
- Bahan bakar: Diesel 40 liter
- Warna: Hijau militer
- Perlengkapan: GPS, radio komunikasi, pelindung peluru ringan
Setelah benturan, bagian depan rantis mengalami kerusakan material yang cukup parah. Tiang rambu, berukuran besar, terhancur dan menutupi jalan, memaksa petugas lalu lintas untuk menutup area sementara.
Dua penumpang di dalam kendaraan, satu laki‑laki dan satu perempuan, mengalami luka. Laki‑laki luka di kedua kaki, sedangkan perempuan luka di wajah. Kedua korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Ridwan Meuraksa. Pengemudi dilaporkan dalam kondisi aman.
Polda Metro Jaya, melalui Unit Laka Subdit Gakkum Ditlantas, telah memimpin penyelidikan. Petugas mengumpulkan bukti di lokasi, memeriksa rekaman video, dan mewawancarai saksi. Hasil awal menunjukkan bahwa micro‑sleep menjadi faktor utama, namun investigasi masih berlangsung untuk memastikan tidak ada faktor lain seperti kegagalan mekanis.
Insiden ini menambah daftar peringatan bagi aparat militer dalam pengoperasian kendaraan taktis di jalan raya. Pihak TNI diharapkan memperkuat prosedur pemeriksaan kesehatan pengemudi, termasuk penggunaan alat deteksi kantuk dan pengaturan jadwal istirahat yang ketat.
Mobil Maung kecelakaan di tol dalam kota, tiang sampai ambruk [titlebase] tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menyoroti pentingnya keselamatan di jalur tol. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti protokol keselamatan saat berada di jalan tol.
Keputusan akhir tentang penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi lanjutan. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kendaraan militer, meski dirancang kuat, tetap rentan terhadap faktor manusia. Pihak terkait akan terus memantau perkembangan dan memberikan update kepada publik.











