Hesti.id – 06 Juli 2026 | Riset SSI: Komunikasi pemerintah masih bertumpu Prabowo, peran menteri minim [titlebase]. Dalam pemerintahan saat ini, komunikasi publik menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Namun, sebuah studi yang dilakukan oleh Sintesa Strategi Indonesia (SSI) menunjukkan bahwa komunikasi pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto masih sangat bergantung pada figur presiden itu sendiri, dengan peran menteri yang dinilai minim.
Dalam analisis yang dilakukan oleh SSI dari 5 Juni hingga 2 Juli 2026, ditemukan bahwa persepsi publik terhadap Prabowo didominasi oleh sentimen positif sebesar 41,5%, sementara sentimen negatif hanya mencapai 13,8%. Meskipun demikian, sekitar 44,7% dari percakapan di ruang digital bersifat netral. Data ini diambil dari berbagai platform media sosial, seperti X, Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok, serta media daring lainnya.
Rizki Faisal, seorang anggota DPR, menekankan pentingnya sinergi komunikasi antar menteri untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo. Ia berpendapat bahwa komunikasi yang terintegrasi akan mempermudah masyarakat dalam memahami berbagai program strategis yang diusung oleh pemerintah. Rizki menambahkan bahwa kerja kolektif sangat diperlukan, tidak hanya dalam menjalankan program tapi juga dalam menjelaskan keberhasilan serta menjawab berbagai pertanyaan publik.
Baca juga:
Di sisi lain, hasil riset SSI juga menunjukkan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, merupakan sosok dengan kontribusi sentimen positif terbesar dalam citra Presiden. Dengan sentimen positif mencapai 40,1% dan hanya 5,9% bernada negatif, Bahlil dinilai berhasil membangun narasi yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa peran individu menteri sangat penting dalam memberikan kontribusi positif terhadap citra pemerintah.
Namun, meskipun ada beberapa menteri yang mampu menunjukkan performa baik dalam komunikasi publik, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Riset SSI: Komunikasi pemerintah masih bertumpu Prabowo, peran menteri minim [titlebase] menyoroti bagaimana presiden sering kali menjadi satu-satunya figur yang mengemban beban persepsi publik, sementara menteri lainnya lebih sering berbicara mengenai agenda sektoral mereka masing-masing.
Apabila kita melihat lebih dalam, dari total 231 juta konten yang terkait dengan kata kunci “Prabowo”, hanya sekitar 33 juta yang berkaitan langsung dengan nama-nama menteri. Ini menunjukkan bahwa meskipun menteri memiliki peran penting, mereka masih kurang terlihat dalam komunikasi publik yang lebih luas. Hal ini dapat menjadi masalah karena dapat mengurangi tingkat kepercayaan publik jika masyarakat merasa bahwa menteri tidak aktif dalam menyampaikan informasi dan menjelaskan kebijakan pemerintah.
Lebih lanjut, Bustamin Wahid, seorang akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sorong, juga menyoroti bahwa meskipun figur seperti Bahlil mendapatkan sorotan positif, menteri lainnya perlu lebih proaktif dalam komunikasi publik. Dengan adanya sinergi yang lebih baik, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan bisa terus meningkat.
Riset SSI: Komunikasi pemerintah masih bertumpu Prabowo, peran menteri minim [titlebase] memang menunjukkan bahwa meskipun ada sentimen positif terhadap presiden, pembentukan citra positif pemerintah tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja. Dibutuhkan kerja sama yang solid dari seluruh anggota kabinet untuk memastikan bahwa keberhasilan program-program pemerintah dapat tersampaikan secara merata kepada masyarakat.
Keberhasilan komunikasi pemerintah akan sangat bergantung pada bagaimana menteri-menteri dapat bekerja sama dan saling mendukung dalam menyampaikan informasi kepada publik. Semakin solid komunikasi yang dibangun, semakin kuat pula kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan.











