6 Juli 2026

Erdogan: Israel Kecanduan Perang, Ancaman bagi Kesepakatan Iran-AS

Penulis

Pande Tóng

Erdogan: Israel Kecanduan Perang, Ancaman bagi Kesepakatan Iran-AS
Erdogan: Israel Kecanduan Perang, Ancaman bagi Kesepakatan Iran-AS

Hesti.id – 06 Juli 2026 | Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap tindakan pemerintah Israel yang ia sebut “kecanduan perang”. Dalam pernyataannya, Erdogan menegaskan bahwa Israel berupaya menggagalkan kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan ini muncul dalam konferensi pers setelah pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, di Istanbul pada Sabtu (4/7/2026).

Erdogan menekankan pentingnya memantau tindakan Israel agar tidak menghancurkan kesepakatan Iran-AS, yang diharapkan dapat memberikan stabilitas di kawasan Timur Tengah. “Kami mengikuti dengan seksama upaya pemerintahan Israel untuk menghancurkan kesepakatan (AS-Iran),” ujarnya. Menurutnya, jika dibiarkan, tindakan Israel bisa mengarah ke konflik yang lebih besar.

Dalam pandangannya, solusi permanen untuk masalah di kawasan tidak bisa dicapai tanpa keterlibatan dan kontribusi negara-negara regional. “Kami akan terus bekerja dalam solidaritas dengan negara-negara sahabat, khususnya Pakistan, untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas,” sambung Erdogan. Ia juga mengungkapkan dukungannya terhadap penyelesaian masalah melalui jalur diplomasi.

Di sisi lain, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Turki, melalui investasi selama 15 tahun di Somalia, sedang membangun fasilitas yang berpotensi menambah ketegangan di kawasan. Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai landasan peluncuran satelit, tetapi juga sebagai lokasi uji coba rudal balistik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di Israel, yang merasa terancam dengan meningkatnya kekuatan militer Turki di wilayah tersebut.

Ketegangan antara Israel dan Turki telah meningkat, terutama setelah Erdogan secara terbuka menyuarakan dukungannya terhadap Palestina dan mengkritik tindakan agresi Israel di Gaza. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan mengungkapkan rencananya untuk melaporkan pernyataan Erdogan mengenai Israel kepada pemerintah AS, menunjukkan betapa seriusnya pemerintah Israel menanggapi retorika Erdogan yang semakin keras.

Selain itu, dalam konteks konflik yang sedang berlangsung, Erdogan juga mendapatkan pujian dari mantan Presiden AS, Donald Trump. Trump memuji Erdogan karena tidak ikut campur dalam konflik antara AS dan Iran, meskipun ia mengisyaratkan bahwa Erdogan mungkin memiliki kecenderungan untuk mendukung Iran. Trump menilai Erdogan sebagai pemimpin yang patuh yang selalu memenuhi permintaan dari AS.

Dengan situasi yang semakin memanas, Erdogan sebut Israel kecanduan perang dan harus dipantau agar tak hancurkan kesepakatan Iran-AS, menjadi seruan penting bagi stabilitas di Timur Tengah. Turki berkomitmen untuk terus berupaya menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan, sambil mengawasi dengan cermat langkah-langkah yang diambil oleh Israel.

Related Post

Tinggalkan komentar