18/06/2026

Kecelakaan Laut di Perairan Kotabaru, Satu Hilang Kapten Kapal Meninggal: Kronologi dan Upaya Pencarian

Penulis

Igone Shayleigh Igone

Kecelakaan Laut di Perairan Kotabaru, Satu Hilang Kapten Kapal Meninggal: Kronologi dan Upaya Pencarian
Kecelakaan Laut di Perairan Kotabaru, Satu Hilang Kapten Kapal Meninggal: Kronologi dan Upaya Pencarian

Hesti.id – 17 Juni 2026 | Kecelakaan Laut di Perairan Kotabaru Satu Hilang Kapten Kapal Meninggal menjadi salah satu berita yang menghebohkan masyarakat akhir-akhir ini. Insiden ini terjadi di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, dan menyebabkan satu kapten kapal meninggal dunia. Menurut keterangan dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Pulau Laut Selatan, kapten kapal yang meninggal bernama Muhamad Alwi (40), warga Perumnas Hilir, Batu Selira, Desa Hilir Muara RT 08 Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru.

Insiden ini juga menyebabkan satu orang bernama Gilang (23) masih hilang karena tenggelam. Sementara itu, lima orang Anak Buah Kapal (ABK) yaitu Bahruddin (43), Muhamad Soleh (26), Amiruddin (40), Alimuddin (43), dan Usman (34) dinyatakan selamat. Upaya pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat nelayan setempat.

Kronologi kejadian kecelakaan di perairan itu saat kapal ikan Maga Harapan yang ditumpangi 7 orang dari arah Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung bertabrakan dengan kapal penumpang warna putih biru di Perairan Desa Labuan Mas. Saat itu, sebagian besar awak kapal sedang beristirahat, dan mereka tidak melihat langsung proses tabrakan karena baru tersadar setelah berada di dalam air.

Kecelakaan Laut di Perairan Kotabaru Satu Hilang Kapten Kapal Meninggal ini menjadi peringatan bagi kita semua akan pentingnya keselamatan di laut. Kapolres Kotabaru AKBP Doli M Tanjung membenarkan adanya kecelakaan laut tersebut dan menyatakan bahwa proses pencarian terhadap satu korban yang masih hilang terus dilakukan.

Upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan personel Polairud, Polsek Pulau Laut Selatan, TNI AL, Basarnas, BPBD, nelayan setempat, serta potensi SAR lainnya. Tim gabungan pencarian menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan kapal nelayan maupun armada patroli guna mempercepat proses pencarian.

Kecelakaan Laut di Perairan Kotabaru Satu Hilang Kapten Kapal Meninggal merupakan insiden yang sangat serius dan memerlukan perhatian dari semua pihak. Kita berharap bahwa upaya pencarian dapat segera menemukan korban yang masih hilang dan memberikan ketenangan bagi keluarga korban.

Dalam kesimpulan, Kecelakaan Laut di Perairan Kotabaru Satu Hilang Kapten Kapal Meninggal adalah peristiwa yang sangat tragis dan memerlukan perhatian dari semua pihak. Kita berharap bahwa insiden ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua akan pentingnya keselamatan di laut dan mempercepat upaya pencarian terhadap korban yang masih hilang.

Related Post

Tinggalkan komentar