29 Juni 2026

Jasa Marga Lakukan Penanaman Pohon untuk Green Toll Road

Penulis

Aloisa Aloisa

Jasa Marga Lakukan Penanaman Pohon untuk Green Toll Road
Jasa Marga Lakukan Penanaman Pohon untuk Green Toll Road

Hesti.id – 29 Juni 2026 | Jakarta (25/06) – PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama seluruh anak usahanya melaksanakan aksi penanaman pohon serentak di seluruh wilayah operasionalnya sepanjang bulan Juni 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk nyata dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Seremoni penanaman pohon ini berlangsung di Travoy Rest KM 792A Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jawa Timur, pada Rabu (24/06).

Dalam acara tersebut, hadir Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, bersama Direktur Human Capital dan Transformasi, Yoga Tri Anggoro, serta jajaran Direksi dan Kepala Anak Perusahaan Jasa Marga Group. Momentum memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memperkuat komitmen dalam pembangunan infrastruktur jalan tol yang berkelanjutan melalui pengembangan Green Toll Road, program Green Corridor, dan transformasi kawasan rest area sebagai bagian dari ekosistem hijau Jasa Marga Group.

Rivan A. Purwantono menyatakan bahwa komitmen Jasa Marga dalam menerapkan prinsip keberlanjutan ini terwujud melalui berbagai inisiatif, termasuk pengembangan green toll road, pengelolaan rest area yang lebih ramah lingkungan, serta pelaksanaan program penanaman pohon secara rutin. “Menanam pohon adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Semua inisiatif tersebut bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan para pemangku kepentingan secara berkelanjutan,” ungkap Rivan.

Di kawasan Travoy Rest KM 792A, penanaman 200 pohon pule dilakukan, yang dipilih karena kemampuannya dalam menyerap karbon dan memproduksi oksigen yang baik, serta memerlukan perawatan yang lebih mudah. Aksi ini merupakan bagian dari program penanaman lebih dari 7.000 pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 di berbagai ruas jalan tol dan rest area Jasa Marga Group, yang sekaligus menandai integrasi antara penghijauan koridor jalan tol dan penataan fasilitas pelayanan.

Program penghijauan ini diharapkan memberikan manfaat ekologis yang terukur, seperti peningkatan kualitas udara, penambahan ruang terbuka hijau, peningkatan daya resap air, serta dapat memberikan pengukuran dampak lingkungan yang lebih akurat sebagai bukti nyata dari implementasi ESG Perseroan. Rivan juga mengungkapkan bahwa tahun ini Jasa Marga menghadirkan sistem monitoring digital yang mampu mengukur jejak karbon, memantau pertumbuhan pohon secara berkala, serta menghitung potensi penyerapan karbon (carbon offset).

Jasa Marga terus berkomitmen untuk merealisasikan program penghijauan secara berkelanjutan setiap tahunnya. Tercatat, pada tahun 2023, perusahaan telah menanam 14.267 pohon, dilanjutkan dengan 50.762 pohon pada tahun 2024, dan 31.130 pohon pada tahun 2025. Jasa Marga berupaya untuk meningkatkan angka ini setiap tahunnya, baik yang ditanam di wilayah jalan tol maupun di rest area.

Selain itu, Jasa Marga juga berencana untuk mentransformasikan kawasan rest area menjadi ruang publik yang lebih modern, nyaman, dan bernilai ekonomi. Revitalisasi Travoy Rest melibatkan integrasi aspek pelayanan, pemberdayaan UMKM, dan keberlanjutan lingkungan. Rivan menekankan bahwa revitalisasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan Green Toll Road yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan tol, tetapi juga membantu pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Transformasi kawasan Travoy Rest diwujudkan melalui penataan fasad tenant UMKM, pembaruan signage, peningkatan kualitas fasilitas umum seperti toilet dan area duduk, serta pelatihan untuk petugas frontliner. Travoy Rest kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti area retail, area parkir yang lebih teratur, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), ATM Center, klinik kesehatan, ruang terbuka hijau, tempat ibadah, restoran, dan desain saung terbuka dengan fasilitas toilet yang bersih.

Transformasi Travoy Rest ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan aset melalui pengembangan kawasan berbasis pengalaman pelanggan, sekaligus mendukung peningkatan pendapatan usaha lain. Kontribusi bisnis rest area terhadap pendapatan usaha menunjukkan tren positif. Di tahun 2025, Jasa Marga mencatat pendapatan dari rest area sebesar Rp783,2 miliar, meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Inisiatif-inisiatif yang dilakukan oleh Jasa Marga sejalan dengan misi Danantara Indonesia dalam membangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkomitmen untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat. Jasa Marga bertekad untuk terus meningkatkan nilai tambah dengan mengoptimalkan aset produktif yang mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan sambil tetap mengutamakan kebutuhan pelanggan.

Related Post

Tinggalkan komentar