1 Juli 2026

Inovasi AI Tingkatkan Respons Kemanusiaan Palang Merah Singapura

Penulis

Nakasaputra Jeramy

Inovasi AI Tingkatkan Respons Kemanusiaan Palang Merah Singapura
Inovasi AI Tingkatkan Respons Kemanusiaan Palang Merah Singapura

Hesti.id – 01 Juli 2026 | Dataiku dan Palang Merah Singapura Perkuat Dampak Aksi Kemanusiaan melalui Penggunaan AI dengan kolaborasi yang bertujuan meningkatkan efektivitas respons terhadap bencana dan kesehatan masyarakat. Kerja sama ini menghadirkan teknologi canggih untuk membantu organisasi nirlaba dalam menangani tantangan sosial dan kemanusiaan.

Dalam inisiatif ini, Dataiku menawarkan akses ke platform teknologi AI-nya kepada tim Humanitarian Innovation and Technology (HIT) dari Palang Merah Singapura. Dengan dukungan pro bono dari data scientist dan engineer, organisasi kemanusiaan ini dapat meningkatkan penggunaan data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan berbasis AI.

Salah satu pencapaian penting dari kolaborasi ini adalah transformasi dalam pemantauan bencana di Asia Tenggara. Sebelumnya, proses ini sangat bergantung pada pekerjaan manual, mulai dari pengumpulan hingga pembersihan dan konsolidasi data yang berkaitan dengan bencana alam maupun yang disebabkan oleh manusia. Dengan memanfaatkan platform AI Dataiku, proses tersebut kini dapat diotomatisasi, yang meningkatkan kecepatan, akurasi, dan kualitas analisis data.

Platform AI Dataiku juga mengatasi masalah inkonsistensi format data dan mampu mengintegrasikan informasi kontekstual seperti tren iklim dan pola cuaca. Dengan demikian, Palang Merah Singapura dapat membuat keputusan yang lebih cepat dan berbasis data dalam merespons kejadian bencana yang terjadi.

Kolaborasi ini juga berdampak positif pada prediksi wabah leptospirosis di Thailand, penyakit yang ditularkan melalui air dan masih menjadi endemi di negara tersebut. Dengan menggunakan model pembelajaran mesin yang mengolah data cuaca dan lingkungan, Palang Merah Singapura dapat memperkirakan potensi wabah lebih awal. Hal ini memungkinkan mereka untuk melakukan langkah intervensi yang tepat, termasuk perencanaan sumber daya bagi masyarakat rentan.

Andrew Boyd, SVP Asia Pacific & Japan di Dataiku, menjelaskan bahwa dampak bencana dan krisis kesehatan masyarakat terus meningkat di kawasan Asia Pasifik. Ia menekankan bahwa perbedaan antara sekadar bereaksi dan mengantisipasi dapat menyelamatkan ribuan nyawa. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga mengubah cara organisasi kemanusiaan beroperasi, dari sekadar bereaksi terhadap bencana menjadi lebih proaktif dalam menghadapi risiko.

Charlotte Lambert, Kepala Program AI-for-Good Dataiku, menambahkan bahwa pemanfaatan AI dalam sektor kemanusiaan bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan juga transformasi cara organisasi dalam memberikan dampak yang lebih luas. Pengalaman Palang Merah Singapura diharapkan dapat menjadi model bagi organisasi kemanusiaan di berbagai negara untuk meningkatkan respons mereka melalui teknologi.

Nur Hafiza AB Mutalif, Asisten Kepala Urusan Internasional Palang Merah Singapura, mengungkapkan bahwa setiap data yang dikumpulkan mewakili komunitas yang membutuhkan bantuan. Dengan menggabungkan teknologi AI dan pengalaman kemanusiaan, mereka bisa lebih awal dalam mengantisipasi risiko serta memastikan bantuan tiba tepat waktu kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dengan kolaborasi ini, Dataiku dan Palang Merah Singapura Perkuat Dampak Aksi Kemanusiaan melalui Penggunaan AI, sehingga data yang dikumpulkan dapat diubah menjadi tindakan yang cepat, terarah, dan berkelanjutan. Hal ini tidak hanya membuat bantuan lebih cepat, tetapi juga lebih bermakna dan responsif terhadap kondisi di lapangan.

Program AI-for-Good Dataiku sendiri telah berjalan sejak 2019, memberikan akses pada platform AI dan dukungan sukarelawan untuk berbagai organisasi nirlaba di seluruh dunia. Inisiatif ini mencakup proyek-proyek yang berfokus pada distribusi pangan, peningkatan akses pendidikan, serta pelestarian lingkungan. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan dapat terbangun komunitas yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di masa depan.

Related Post

Tinggalkan komentar