Hesti.id – 18 Juni 2026 | Gubernur H Anwar Hafid Tinjau Langsung Lokasi Korban Gempa 6,7 M di Lima Desa Terdampak menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah. Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana gempa 6,7 magnitudo di lima desa terdampak di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Kelima desa tersebut adalah Desa Bulili, Desa Sopu, Desa Kadidia, Kamarora A, dan Kamarora B. Dalam kunjungan tersebut, gubernur didampingi oleh Kapolda Sulteng, Pangdam, perwakilan BNPB Pusat, Danrem, serta unsur forkopimda lainnya.
Rombongan melakukan peninjauan lapangan sekaligus rapat bersama para kepala desa guna mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat terdampak. Gubernur H Anwar Hafid Tinjau Langsung Lokasi Korban Gempa 6,7 M di Lima Desa Terdampak dengan tujuan untuk memahami kondisi riil di lapangan. Berdasarkan hasil pertemuan, kebutuhan mendesak warga saat ini adalah air bersih, terpal atau tenda darurat, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan bagi anak-anak. Kebutuhan air bersih menjadi prioritas karena sejumlah sumber air warga tertutup material longsor pascagempa.
Gubernur H Anwar Hafid Tinjau Langsung Lokasi Korban Gempa 6,7 M di Lima Desa Terdampak juga menekankan pentingnya keamanan dan kenyamanan bagi warga. "Kami baru saja rapat dengan seluruh Kepala Desa, dan masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak," urai Gubernur Anwar Hafid. Dari lima desa terdampak, Kamarora B menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Baca juga:
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera menyalurkan 550 unit tenda terpal yang jumlahnya melebihi kebutuhan saat ini sebagai langkah antisipasi jika terjadi perkembangan situasi. Selain itu, bantuan selimut dan tenda portable juga akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Pemerintah juga menyalurkan sekitar 650 paket sembako untuk warga di semua desa terdampak. Gubernur H Anwar Hafid Tinjau Langsung Lokasi Korban Gempa 6,7 M di Lima Desa Terdampak dengan membawa bantuan yang cukup untuk membantu masyarakat.
Data sementara menunjukkan sekitar 550 kepala keluarga mengalami dampak pada tempat tinggal mereka. Sebagian besar warga memilih tetap berada di sekitar rumah masing-masing dan tidak mengungsi secara kolektif untuk menjaga keamanan harta benda mereka. Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) akan menyuplai air bersih setiap hari hingga kondisi sumber air warga kembali normal.
Gubernur H Anwar Hafid Tinjau Langsung Lokasi Korban Gempa 6,7 M di Lima Desa Terdampak dengan menekankan pentingnya keselamatan dan kenyamanan masyarakat. "Insya Allah sore ini seluruh kebutuhan darurat akan kami siapkan, tahap awal yang paling penting adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi," tegas Anwar Hafid. Pemerintah juga tengah melakukan asesmen terhadap rumah-rumah warga untuk menentukan tingkat kerusakan, baik rusak ringan maupun rusak berat.
Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dalam kesempatan itu, gubernur mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak perlu panik berlebihan. Berdasarkan informasi dari BMKG, intensitas gempa susulan menunjukkan tren melemah dibandingkan saat awal kejadian. "Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan situasi saat beraktivitas. Namun tidak perlu panik karena berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan semakin melemah dan mudah-mudahan segera berakhir," katanya.
Sebagai kesimpulan, Gubernur H Anwar Hafid Tinjau Langsung Lokasi Korban Gempa 6,7 M di Lima Desa Terdampak menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani bencana alam. Dengan menyediakan bantuan yang memadai dan memastikan keselamatan masyarakat, pemerintah berupaya untuk mengurangi dampak bencana dan membantu masyarakat untuk kembali normal.











